5/09/2014

Jurnalistik dari Berbagai Perspektif

Jurnalistik dari Berbagai Perspektif
Jurnalistik secara bahasa berarti kewartawanan. Kata dasarnya “jurnal”, artinya laporan atau catatan, berasal dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran cetak.

Sedangkan secara istilah, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).

Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian (expertise) atau keterampilan (skill) menulis karya jurnalistik termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa dan wawancara.

Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat.

Sebagai ilmu, jurnalistik pun termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Apa bedanya jurnalistik dengan jurnalisme?

Secara umum hampir tidak ada perbedaan antara keduanya.Namun, jika dilihat dari segi kata, jurnalistik dan jurnalisme memiliki perbedaan. Jurnalisme berasal dari kata “jurnal” dan “isme”. Jurnal berarti “laporan” dan isme artinya “paham atau ajaran”. Sedangkan jurnalistik berasal dari kata jurnal dan istik yang berarti “hal ihwal”.

Jadi, jurnalisme berarti paham jurnal, sedangkan jurnalistik berarti hal ihwal mengenai jurnal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jurnalisme memiliki makna “pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dalam surat kabar dsb; kewartawanan”. Sedangkan, jurnalistik bermakna “segala yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran”.

Apa bedanya jurnalistik dengan publisistik?

Jurnalistik dan publisistik sebenarnya memiliki makna yang sama, hanya berbeda asalnya saja. Publisistik digunakan oleh pihak yang berkiblat ke Eropa. Istilah jurnalistik muncul di Amerika Serikat untuk menggantikan istilah publisistik. Kedua-duanya pun digunakan untuk membahas ilmu komunikasi.

Rujukan :
- Romli, ASM. 2010. Broadcast Journalism. Bandung: Nuansa Cendekia.
- Sumadiria. 2005. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

0 komentar:

Post a Comment