5/31/2014

Kolomisasi Media Cetak

Sebelumnya saya telah membahas Paginasi dalam Surat Kabar dan Majalah. Kali ini saya akan membahas elemen yang tak kalah penting dalam reka bentuk surat kabar, yakni kolomisasi.

Kolomisasi adalah proses pengaturan letak dan jumlah kolom pada halaman media cetak secara proporsional. Proses kolomisasi harus sesuai dengan ukuran media dan bidang cetak surat kabar, tabloid, atau majalah yang akan diterbitkan.

Tujuan dilakukannya kolomisasi antara lain untuk mempercantik halaman, sehingga memiliki nilai seni jika dipandang dari segi estetika, sehingga suatu halaman media cetak tidak terkesan amburadul. Kolomisasi pun bertujuan agar teks pada halaman media cetak mudah dibaca dan enak dipandang, sehingga tidak membuat mata pembaca menjadi lelah. Pada akhirnya, kolomisasi membantu agar pesan dalam sebuah media cetak mudah dipahami pembacanya.

Berdasarkan ilmu reka bentuk atau design, jumlah kolom yang ideal untuk suatu media cetak tergantung pada lebar kertas, bidang cetak, dan bentuk media cetak. Berikut ini jumlah kolom berdasarkan bentuk media cetak:

  • Bentuk Broadsheet = 8 - 9 kolom
  • Bentuk Jumbo = 7 - 8 kolom
  • Bentuk Tabloid = 4 - 6 kolom
  • Bentuk Majalah ukuran Folio = 3 - 4 kolom
  • Bentuk Majalah ukuran setengah (½) Folio = 2 - 3 kolom

Berikut ilustrasi jumlah kolom dalam beberapa bentuk media cetak:

Broadsheet = 8 – 9 Kolom

Kolomisasi Media Cetak Broadsheet = 8 – 9 Kolom, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Jumbo = 7 – 8 Kolom

Kolomisasi Media Cetak Jumbo = 7 – 8 Kolom, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Tabloid = 4 – 6 Kolom

Kolomisasi Media Cetak Tabloid = 4 – 6 Kolom, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Majalah ukuran Folio = 3 – 4 Kolom

Kolomisasi Majalah ukuran Folio = 3 – 4 Kolom, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Majalah ukuran ½ Folio = 2 – 3 Kolom

Kolomisasi Majalah ukuran ½ Folio = 2 – 3 Kolom, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Sedikit tambahan, dalam buku The Journalist karya Zaenuddin HM, disebutkan bahwa ada bentuk surat kabar format buku. Salah satu contohnya yaitu majalah Hidayah.

Kolomisasi Media Cetak Format Buku, Majalah Hidayah, reka bentuk surat kabar, jurnal rozak

Anjuran jumlah kolom media cetak di atas tidaklah baku, tapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan diselaraskan dengan unsur estetika, serta elemen grafis yang tepat.

Tren Kolomisasi Media di Indonesia


Pasca krisis moneter tahun 1999, tren kolomisasi media cetak di Indonesia mengalami perubahan. Hampir semua penerbitan mencetak koran dengan ukuran jumbo, dengan jumlah kolom antara 7 sampai 8 kolom. Mereka meninggalkan pakem koran berbentuk broadsheet.

Dari segi bisnis, perpindahan format media cetak broadsheet ke jumbo merupakan sebuah keuntungan, karena akan menekan ongkos cetak dan biaya pembelian kertas. Kerugian justru didapat pembaca dan wartawan, karena semakin kecilnya ukuran atau ruang cetak sebuah media cetak membuat sajian berita pun berkurang.

Porsi berita yang diterima pembaca akan berkuran, di sisi lain porsi berita untuk wartawan semakin sempit, dan untuk naik cetak pun semakin sulit karena harus bersaing dengan berita hasil wartawan lainnya.

— Rujukan —

Darsono, Dono., Enjang Muhaemin. 2013. Reka Bentuk Media Cetak. Bandung: Mimbar Pustaka.

0 komentar:

Post a Comment