6/02/2014

Sekilas Mengenai Surat Pembaca


Awalnya saya menyangka bahwa surat pembaca merupakan opini layaknya artikel. Namun, ternyata surat pembaca lebih merupakan opini singkat yang ditulis oleh pembaca dan dimuat dalam rubrik khusus surat pembaca.

Surat pembaca umumnya berisi keluhan atau komentar pembaca mengenai apa saja yang menyangkut kepentingan dirinya atau kepentingan umum, seperti keluhan terhadap tidak maksimalnya layanan publik, keluhan terhadap sebuah produk, dan sebagainya.

Panjang surat pembaca rata-rata 2-4 paragraf. Rubrik surat pembaca lebih merupakan layanan publik dari pihak redaksi terhadap masyarakat. Mengapa demikian? Karena siapa pun boleh menulis dan mengirim surat pembaca, karena layanan ini bersifat gratis. Dalam artian, pihak redaksi tidak memungut atau memberi penghargaan apa pun kepada penulisnya.

Sebuah surat kabar lazimnya memiliki rubrik khusus surat pembaca, jika tidak, surat pembaca biasanya disimpan dalam rubrik opini. Salah satu surat kabar yang menyediakan ruang lebih terhadap surat pembaca adalah harian umum “Pikiran Rakyat” Jawa Barat. Dalam surat pembaca tersebut, pembaca boleh menuliskan apa saja dan ditujukan kepada siapa saja.

Lalu, bagaimana jika kita ingin mengirim surat pembaca yang sama, dengan redaksi kata yang sama kepada beberapa surat kabar yang berbeda? Apa dipebolehkan? Jawabannya boleh. Surat pembaca tidak dilarang untuk dikirim ke beberapa surat kabar tanpa perubahan redaksional apa pun. Asalkan, surat pembaca tersebut merupakan asli karya kita sendiri, bukan jiplakan.

Ketentuan ini tidak berlaku bagi artikel. Sebuah artikel, hanya boleh dikirim ke satu media atau surat kabar. Jika ada yang mengirim satu artikel ke beberapa media, maka itu adalah tindakan yang tidak etis dan tidak bermoral.

Cara Mengirim Surat Pembaca
Surat pembaca biasanya dikirim melalui emailredaksi surat kabar yang bersangkutan. Syaratnya antara lain, pembaca harus menyertakan fotokopi (scan) KTP atau identitas lain yang masih berlaku seperti fotokopi (scan) SIM atau kartu mahasiswa.

Ada pun contoh format surat pembaca yang akan dikirimkan adalah sebagai berikut :

====è

Surat Pembaca :

DAMRI ELANG-CIBIRU KURANG NYAMAN

Mencermati kondisi terkini dari DAMRI rute Elang-Cibiru amat memprihatinkan. Saya sebagai warga Bandung dan pengguna jasa transportasi DAMRI merasa kurang terpuaskan. Pasalnya, keadaan di dalam DAMRI kurang begitu nyaman dan keamanan pun diragukan.

Sebagian DAMRI yang pernah saya tumpangi, atapnya bocor sehingga ketika hujan deras air pun masuk ke dalam. Selain itu, air merembes dari sela-sela jendela. Belum lagi dengan bebas masuknya pengamen dan pedagang asongan membuat keadaan di dalam DAMRI semakin tidak nyaman. Ditambah dengan tidak adanya batasan resmi jumlah penumpang yang naik, membuat DAMRI kadang menjadi penuh sesak.

Mungkin DAMRI rute Elang-Cibiru memerlukan pembenahan di beberapa sisi. Alangkah lebih baik jika fasilitas dan sistemnya disamakan, seperti DAMRI rute Cibiru-Kebon Kalapa yang saya rasa lebih aman dan nyaman.

Oleh karena itu, saya mohon kepada pihak pengelola DAMRI untuk memperhatikan dan membenahi kondisi DAMRI rute Elang-Cibiru, baik dari sisi fasilitas maupun sistem, agar DAMRI menjadi sarana transportasi publik yang aman, nyaman, dan efektif. Terima kasih.

Asep Abdul Rozak
Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung
Jln. Sadang No.168 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung

Hanya untuk redaksi :
(Scan KTP/Identitas lain yang berlaku)
========è

Jika anda ingin melihat contoh Surat Pembaca yang telah dimuat di surat kabar, klik link berikut ini :

Surat Pembaca : Benahi Kebun Binatang Bandung
Surat Pembaca : DAMRI Elang-Cibiru Kurang Nyaman
Surat Pembaca : Pasar Sehat yang tidak Sehat

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Wassalam.

0 komentar:

Post a Comment