1/10/2015

Definisi dan Jenis Foto Jurnalistik

Pernah mendengar istilah foto jurnalistik? Jika ya, lalu apa bedanya dengan jurnalisme foto? Jika dilihat sepintas kedua istilah ini hampir sama, hanya pembalikan susunan kata. Namun perbedaan paling menonjol terdapat dalam kata 'istik' dan 'isme'.

Secara bahasa, isme berati paham, sedangkan istik berarti hal ihwal. Dengan kata lain jurnalisme foto dapat diartikan paham jurnal foto. Sedangkan foto jurnalistik dapat diartikan sebagai hal ihwal mengenai jurnal foto. Untuk masalah ini coba cari referensi lain ya sebagai padanan.

Mengacu pada paragraf pembuka di atas, foto jurnalistik diposisikan sebagai produk dari jurnalisme foto, yakni kegiatan jurnalistik yang dilakukan melalui fotografi. Foto jurnalistik merupakan foto yang mengandung nilai berita, fungsinya adalah untuk melengkapi teks berita dalam media cetak mau pun media online.

Dalam momen tertentu, acap kali foto jurnalistik hadir sebagai berita tersendiri sehingga disebut foto berita dengan disertai keterangan foto (caption). Foto jurnalistik dibuat oleh seorang pewarta foto atau biasa disebut photojournalist.

Foto berita biasanya ditampilkan pada halaman utama sebuah surat kabar dengan tujuan menarik minat pembaca. Seperti halnya karakteristik berita, foto jurnalistik atau foto berita pun memiliki karakteristik yang hampir sama, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik. Selain itu, foto jurnalistik yang bertujuan untuk melengkapi teks berita tentunya harus relevan dengan isi berita yang dilengkapinya.

Foto Berita vs Foto Feature

Tidak setiap foto yang ada dalam surat kabar bisa disebut foto jurnalistik. ada juga yang disebut dengan foto feature. Apa itu foto feature?

Mendefinisikan apa itu foto berita dan foto feature memang agak sulit. Tapi keduanya dapat dibedakan berdasarkan bobot dan periode penyiarannya. Membedakan foto berita dengan foto feature sama halnya dengan membedakan antara berila langsung (straight news) dengan feature.

Foto berita umumnya segera disiarkan karena dikhawatirkan foto akan basi jika disimpan terlalu lama, sedangkan foto feature sifatnya tahan lama sehingga dapat disiarkan kapan saja. Foto berita biasanya bertemakan kriminal, politik, olahraga, dan ekonomi. Sedangkan foto feature umumnya bertemakan hiburan (entertainment).

Definisi dan Jenis Foto Jurnalistik
Evakuasi jasad korban jatuhnya Air Asia QZ8501 - Dok. Tribunnews
Definisi dan Jenis Foto Jurnalistik
Keindahan gerak silat pada Bandung Lautan Silat di Balai Kota Bandung - Dok. Republika
Perhatikan dua foto di atas, foto evakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Air Asia dan foto Pagelaran Silat. Apakah kamu dapat membedakan mana yang termasuk foto berita dan mana yang masuk foto feature?

Untuk melihat kumpulan karya foto jurnalistik lainnya, kamu bisa mengunjungi situs antarafoto.com atau BandungNewsPhoto.com.

Jenis Foto Jurnalistik

Berikut ini beberapa jenis foto jurnalistik berdasarkan kategori dalam lomba foto tahunan yang diselenggarakan World Press Photo Foundation, antara lain:

  • Spot Photo : foto yang dibuat dari peristiwa yang tidak terduga.
  • Sport Photo : foto dari peristiwa olahraga.
  • People in the News Photo : foto orang, tokoh, atau masyarakat dalam suatu berita.
  • General News Photo : foto yang dibuat dari peristiwa terjadwal atau biasa.
  • Potrait : foto yang menampilkan wajah seseorang secara close up.
  • Science and Technology Photo : foto yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
  • Social and Environtment : foto tentang kehidupan sosial masyarakat serta lingkungan hidupnya.
  • Daily Life Photo : foto dari kehidupan sehari-hari yang dipandang dari sudut human interest.
  • Art and Culture Photo : foto yang berkaitan dengan peristiwa seni dan budaya.


Tips Membuat Foto Jurnalistik

Saya memang bukan ahli dalam bidang foto jurnalistik, tapi setidaknya saya pernah membaca beberapa referensi dan sesekali mempraktekannya. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat foto jurnalistik:

  • Momen. Momen dalam dunia jurnalistik hanya akan terjadi sekali alias tidak dapat diulang, berbeda dengan fotografer model yang dapat menciptakan momen sendiri.
  • Angle. Angle atau sudut pengambilan gambar sangat penting, karena setiap angle dalam sebuah foto dapat menciptakan persepsi tersendiri bagi orang yang melihatnya.
  • Komposisi. Komposisi foto yang baik akan memudahkan orang yang melihat untuk memahami maksud atau pesan foto yang ingin disampaikan sang fotografer.
  • Pencahayaan. Pencahayaan sangat penting dalam fotografi, karena fotografi adalah seni menangkap cahaya. Seandainya poin satu sampai tiga sudah didapat, apa jadinya jika pencahayaannya kurang atau bahkan berlebihan. Tentu foto akan terlihat gelap atau malah putih semua, sehingga pesan dalam foto tidak tersampaikan.
  • Patuhi kode etik. Mengabadikan atau menyiarkan foto yang berkaitan dengan ranah pribadi seseorang tanpa seizin orang yang bersangkutan tentu dilarang. Jika terjadi, hal ini dapat dituntut secara hukum.

Demikian ulasan mengenai definisi dan jenis foto jurnalistik, disertai dengan tips membuat foto jurnalistik. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam segi redaksi mau pun substansi, karena saya memang bukan ahli. Wassalam.

— Rujukan —

Alwi, Audy Mirza. 2006. Foto Jurnalistik, Metode Memotret dan Mengirim Foto ke Media Massa. Jakarta: Bumi Aksara.

15 comments:

  1. Terima kasih atas penjelasan tentang foto jurnalistiknya

    ReplyDelete
  2. teks, pas juga ini ada lomba foo grafi

    ReplyDelete
  3. Terima kasih gan atas penjelasannya , bermanfaat banget

    ReplyDelete
  4. terimakasih atas info yang sangat menarik ini dan untuk
    referensi silahkan kunjungi http://fotografi.blog.gunadarma.ac.id/

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Terima kasih... Meski sebenarnya masih banyak yang harus dibenahi

      Delete