4/22/2015

Mengenal Hadiah Pulitzer (Pulitzer Prizes)

Insan jurnalistik tentu tak asing dengan istilah Hadiah Pulitzer, Pulitzer Prize, atau Pulitzer Award. Hadiah Pulitzer adalah hadiah Jurnalistik tertinggi yang diberikan bagi wartawan Amerika Serikat. Demikian bergengsinya penghargaan ini, sebuah penerbitan yang nyaris bangkrut pun bisa selamat hanya karena sebuah laporannya dianugerahi Hadiah Pulitzer.

Penghargaan ini digagas oleh Joseph Pulitzer pada tahun 1911. la adalah wartawan sekaligus raja media di Amerika Serikat. Di akhir hidupnya, jurnalis penerbit New York World dan St Louis Past-Dispatch ini meninggalkan dana sebesar 2 juta dollar AS. Sebagian dana warisan Pulitzer itu digunakan untuk membangun School of Journalism di Universitas Columbia. Di sinilah setiap bulan April pemenang penghargaan itu diumumkan. Tradisi pemberian hadiah bagi karya jurnalistik bermutu tinggi itu dijalankan dengan menggunakan seperempat bagian dana warisan Joseph Pulitzer.

Tak ada yang meragukan Hadiah Pulitzer sebagai penghargaan paling prestisius bagi jurnalis Amerika. Memenangkan Hadiah Pulitzer sebanding dengan memenangkan Academy Award di dunia perfilman Amerika. Padahal, proses penilaian untuk menentukan pemenang Pulitzer ini sebenarnya tidak terlalu rumit.

Setiap tahun, pemenang Hadiah Pulitzer diseleksi dari ribuan karya yang masuk ke dewan juri. Tahun 2001 misalnya, pemenang untuk 21 kategori penghargaan terpilih dari sekitar 1390 karya yang dikirim para pimpinan redaksi surat kabar dan kantor berita di Amerika. Tak pelak, Hadiah Pulitzer dianggap sebagai penghargaan paling bergengsi yang menjadi idaman para wartawan di Amerika Serikat.

Dalam proses penyeleksian, seluruh naskah berita, buku dan karya foto dinilai oleh dewan juri nominasi yang terdiri dari 77 jurnalis dan akademisi terkemuka. Setiap juri akan menghakimi satu kategori nominasi. Dewan juri ini akan memilih tiga finalis untuk setiap kategori.

Hanya karya para finalis inilah yang kemudian dinilai oleh juri terakhir, The Pulitzer Board. Dewan juri terakhir ini adalah kelompok eksklusif yang beranggotakan 20 orang meliputi para Jurnalis terkemuka, pengarang dan akademisi kelas atas. Mereka yang berwenang mengumumkan siapa saja wartawan Amerika yang berhak meraih Pulitzer Award. Yang unik, berbeda dengan juri nominasi yang boleh berbicara pada publik pascapengumuman pemenang, semua anggota Pulitzer Board disumpah tutup mulut seumur hidup.

Terbaru, Hadiah Pulitzer tahun 2015 jatuh kepada Eric Lipton (49) dari The New York Times, atas laporan investigasinya mengenai upaya para pelobi dan pengacara untuk mendesak kejaksaan agar menutup kasus, mngganti kebijakan, bernegosiasi, atau memberi tekanan regulator federal untuk menguntungkan klien.


Seperti yang dilansir dari situs resmi Pulitzer, Lipton memenangkan penghargaan tersebut setelah berhasil mengalahkan nominator lainnya yang juga memiliki karya yang tak kalah bagusnya. Yakni: David Jackson, Gary Marx dan Duaa Eldeib dari Chicago Tribune untuk laporan investigasi mereka tentang bahaya yang dihadapi oleh anak-anak korban pelecehan yang ditempatkan di pusat perawatan Illinois.

Mengenal Hadiah Pulitzer, Eric Lipton, Pulitzer Prizes 2015

— Rujukan —

HM, Zaenuddin. 2011. The Journalist. Bandung: Remaja Rosdakarya.

0 komentar:

Post a Comment