7/16/2015

Ketika Kalian Mudik

Bebahagialah kalian yang memiliki kampung halaman, karena kami di sini, Warga Negara Indonesia yang berlabel penduduk setempat tak pernah merasakan apa yang namanya mudik.

Apa itu mudik? Entahlah, kan saya ga pernah mudik. Jelasnya, mudik telah menjadi ritual penting menjelang hari raya. Manusia dari kota besar berbondong-bondong bergerilya menuju kota-kota "kecil" yang menjadi tanah air mereka.

Ketika kalian -para perantau- mudik, kota kami menjadi lebih tenteram dan hening. Tanpa kalian, kota kami seakan terhenti dari kesibukan. Jalanan lengang hingga kami bisa joget-joget, maen bola, hingga mendirikan tenda hajatan di tengah jalan tanpa khawatir tertabrak motor (tapi ketabrak mobil). Semua itu terdengar positif, seakan dapat meningkatkan level public happiness kota kami.

Ketika Kalian Mudik

Namun bagi saya, seorang pemuda berlabel penduduk setempat, mudiknya kalian adalah bencana. Karena ga ada loe ga rame. Teman-teman kuliah yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia mulai mengosongkan kamar kost-nya untuk kembali kepada Tuhan homebase mereka, atas nama rindu keluarga dan kampung halaman.

Semua menjadi serba salah, diam di rumah jenuh, ke kosan teman kosong, ke kampus sepi (ngapain juga ya). Akhirnya saya tertegun dalam kesepian, apalagi kamu... Iya kamu... Kamu tukang cuanki langganan pun ikut mudik.

Kami warga setempat seakan tidak pernah merasakan bagaimana perihnya mengumpulkan remah-remah rindu untuk diluapkan dalam hari sakral yang harus diperjuangkan melalui perjalanan mudik. Kami warga setempat hanya bisa menghirup asap knalpot dari kendaraan yang kalian tumpangi. Inikah aroma mudik?

Ketika Kalian Mudik
Drogba is that you? :D
Bagi kalian -para perantau- bertemu dengan keluarga merupakan hal yang dinanti. Bagi kami -warga setempat- pun begitu, namun kami sering melupakannya. Bahkan terkadang kami bosan dengan suasana dalam keluarga yang terasa begitu-begitu saja. Ternyata kami salah.

Terima kasih bagi kalian -para perantau- yang telah mengingatkan arti penting dari keluarga. Berkat kalian kami sadar bahwa bagaimana pun kondisinya, bersama keluarga semua menjadi lebih baik. Selamat mudik kawan-kawan, semoga kalian selamat sampai tujuan, salam untuk keluarga kalian yang setia dalam penantian. Wassalam.

4 comments:

  1. Ketika kalian mudik suasan daerah rumah saya jadi sepi :(

    ReplyDelete
  2. Ana belom pernah mudik, penduduk asli sih, kalo disini malah kebalikannya, rame abis nyebrang aja sulit haha

    ReplyDelete