2/01/2016

Bulan

Bulan,
senangnya aku di teras belakang samping
berkata-kata padamu..
meski tubuhmu hanya separuh,
atau bulat indah tanpa cela
perbincanganku kepadamu tiap malam selalu seru..

Bulan, sinarmu yang cemerlang kadang memantul dari air kolam renangku
dan kau menemaniku dengan senang
saat aku berada dalam riaknya air
seakan selalu berulangkali mengingatkan betapa indahnya Sang Pencipta
yang acapkali memancarkan aroma cinta ke tubuh hati manusia

Bulan..
terangilah selalu hati yang berdebu..
meski tak mudah menyusup ke segala kisi yang terdalam
namun aku tetap melihatmu bagai dewa gagah dewi cantik apa pun namanya
yang membisikkan selalu mana segala pertemanan bebahaya
yang gemar menghina, yang harus sesegera mungkin aku hindari..
selamat malam, bulan.....
esok aku 'kan kembali berkata-kata lagi kepadamu..
mungkin kali ini tentang cinta....

~ Linda Djalil (7 November 2009)

Dok. Kompasiana

2 comments:

  1. Bulan, suatu keindahan pemberi terang di kala malam
    #tsaaah
    so..so-an nambahin, suka membuat syair y.. tetap kembangkan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... iya nih mendadak jadi suka yang beginian :D
      Siap :D

      Delete