10/04/2016

Berakhir di Seperti

Selalu ada candu di tempat baru
Mengapa kau begitu?

Nanti, jangan lagi kau sambut tanganku
Aku bukan kiyaimu, apalagi suamimu.

Aku mulai yakin, bahwa kita akan berakhir di seperti
Begitu pula pertemuan, rasa, mungkin juga senyum yang terpamir tempo hari.

Seraya menuang air garam ke lautan
Kau padaku sudah tak ada ingatan

Resah menunggu batu yang tenggelam
Pengharapanku padamu kian padam

Meski kasih melambai-lambai dalam imaji
Sayang, aku sudah turun rasa hati.

0 komentar:

Post a Comment