10/17/2016

Mengulas Kesaktian Mas Taat

Berbicara mengenai fenomena berbau mistis, tak dapat dipungkiri bahwa tanah Jawa selalu memberi sumbangsi, baik itu menyangkut hal nyata maupun fana. Dulu pernah mencuat fenomena bocah yang dapat menyembuhkan segala penyakit menggunakan sebuah batu yang ditemukan setelah bocah tersebut tersambar gledeg.

Jauh sebelumnya pernah beredar kepingan CD bajakan berisi video yang memamerkan keangkeran kota Bondowoso (pernah nonton?). Nah, pada tahun 2016 penghabisan ini, tanah Jawa kembali menghadirkan fenomena yang menggemparkan Nusantara.

Kamu pasti tau fenomena yang saya maksud kan? Apalagi kalau bukan melejitnya nama Dimas Kanjeng, eh apa Kanjeng Dimas ya? Entahlah, yang pasti beliau bukan pemain bola.

Nama beliau sendiri adalah Taat Pribadi, sedangkan Dimas Kanjeng adalah gelar yang disematkan padanya. Setidaknya itu yang saya tahu perihal nama beliau hasil nonton TV. Karena beliau juga berasal dari Jawa, selanjutnya kita panggil saja dengan sebutan Mas Taat.

Konon kabarnya, Mas Taat ini dapat menggandakan uang. Namun Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Ibu Marwah Daud Ibrahim, menyangkalnya. Beliau meluruskan bahwa spesialisasi Dimas Kanjeng bukanlah menggandakan, melainkan mengadakan.

Mengulas Kesaktian Mas Taat, meme dimas kanjeng

Menurut hemat saya, sangkalan Bu Marwah tersebut tidak berdampak signifikan untuk meredakan stereotif negatif masyarakat yang sudah kadung membuncah. Coba kita tilik dari makna kata menggandakan dan mengadakan berdasarkan pada apa yang saya pahami.

  1. Menggandakan berarti memperbanyak sesuatu yang sudah ada.
  2. Mengadakan berarti menghadirkan sesuatu yang belum ada sebelumnya (atau sudah ada namun berasal dari tempat lain).

Jika dua kata ini dimasukkan dalam konteks uang. Jadinya akan tetap sama, sama-sama menimbulkan pertanyaan.

  1. Setiap uang memiliki nomor seri yang berbeda-beda. Bagaimana jadinya jika digandakan? Apakah mungkin ada uang yang bernomor seri sama?
  2. Jika timbunan uang Mas Taat tersebut memiliki nomor seri yang berbeda satu sama lain, lantas dari manakah uang tersebut? Apakah Mas Taat memiliki pabrik uang sendiri? Atau berafiliasi dengan Peruri?
  3. Jika tidak, apakah uang tersebut terjamin keasliannya?
  4. Jika asli, dari manakah uang tersebut berasal?

Sederhananya, jika uang tersebut hasil penggandaan, sudah jelas itu uang palsu. Karena tidak mungkin ada uang yang bernomor seri sama. Sedangkan, jika timbunan uang tersebut hasil pengadaan, dari manakah asalnya? Jika hasil pemindahan dari tempat lain, apakah bisa disebut pencurian? Dua kata ini pun berpotensi memojokkan Mas Taat sendiri pada akhirnya.

Dunia Tak Hanya Soal Uang

Andai saja Mas Taat memiliki keahlian menggandakan atau mengadakan bermacam hal selain uang, tentu kasusnya tidak akan serumit ini, mungkin kasusnya akan lebih rumit karena nanti ada sekelompok orang yang menganggapnya sebagai Reinkarnasi Robot Kucing dari abad ke-22, bahkan lebih ekstrim lagi ada yang mengangkatnya sebagai Tuhan.

Mengulas Kesaktian Mas Taat, meme dimas kanjeng

Tapi di sini saya tidak akan terlalu berabsurd-absurd ria, melainkan hanya berandai-andai saja Mas Taat benar-benar sakti. Dan kenyataannya, meskipun banyak orang meragukan kesaktian Mas Taat –termasuk saya- belum ada bukti kuat juga untuk mengalahkan keraguan itu. Mas Taat belum diberi kesempatan show-off dan disiarkan secara langsung dari gedung Wisma Nusantara. Kita kan harus tabayyun, sudah tabayyun belum?

Maka dari itu, kita berandai saja Mas Taat beneran sakti, dan kita amini ucapan Ibu Marwah bahwa Mas Taat itu adalah anugerah Tuhan bagi Nusantara. Mari kita manfaatkan Mas Taat untuk:

  1. Menggandakan atau mengadakan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa.
  2. Menggandakan atau mengadakan minat baca masyarakat.
  3. Menggandakan atau mengadakan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.
  4. Menggandakan atau mengadakan kesabaran pengendara sepeda motor agar tidak mencet-mencet klakson saat lalu lintas tersendat.
  5. Menggandakan atau mengadakan televisi dan remotnya.
  6. Menggandakan atau mengadakan keberanian saya untuk mendatangi orangtuamu Dik.

Demikianlah ulasan saya mengenai kesaktian Mas Taat. Santai saja bacanya, jangan dianggap bercanda. Karena saya sendirilah yang tahu maksud sebenarnya dari tulisan yang saya buat ini. Semoga kita mendapat hikmah. Wassalam.

0 komentar:

Post a Comment