5/14/2018

Berwirausaha Tanpa Menyepelekan Pendidikan Formal

Semenjak memutuskan coba berwirausaha, saya mulai mengikuti beberapa forum daring berhaluan bisnis, wirausaha, dagang, dan sejenisnya. Di sana banyak ditemui pengusaha-pengusaha muda, dari yang masih penjajakan seperti saya sampai yang sudah jadi pengusaha beneran. Bahkan tak sedikit pula yang masih dalam tahap niat.

Berwirausaha Tanpa Menyepelekan Pendidikan Formal
Potret pengusaha yang masih coba-coba :D

Mulanya saya amat antusias dengan diskusi dan konten-konten yang ada di sana, tapi lama kelamaan ada beberapa hal yang sedikit mengganggu pikiran saya. Entah ini penting atau tidak yang pasti cukup mengganjal di hati.

Salah satunya, banyak calon pengusaha yang menganggap pendidikan formal itu tidak penting. Pemikiran seperti ini muncul seiring banyaknya pengusaha-pengusaha yang bisa dibilang sukses tanpa memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, atau bahkan tak mengenyam pendidikan formal.

"Lah... Orang lain saja gak sekolah penghasilannya lebih gede dari kamu kok"
"Dia yang lulusan SD saja bisa bikin TV sendiri"
"Kuliah cuma buang-buang duit, paling abis lulus juga nganggur, mending dipake modal usaha"

Ya begitulah kira-kira temuan saya dari kulit luar pemikiran mereka. Memang pendidikan formal bukanlah jalan eksak menuju kesuksesan, setidaknya dengan pendidikan formal kita dapat belajar sesuatu yang dapat membuat kita lebih bijaksana dan beretika dalam menghadapi suatu persoalan.

Dengan demikian, sekolah tinggi bukanlah jaminan meraih kesuksesan, namun dengan menyepelekan pendidikan formal saya rasa bukanlah cara yang bijak pula untuk menyikapi kenyataan tersebut. Apakah menyepelekan pendidikan formal menjamin kesuksesan? Lagipula kesuksesan itu sendiri tak memiliki patokan pasti.

Intinya kita harus bijak dalam berpikir.

Tambahan deh, banyak juga calon pengusaha terbuai oleh slogan-slogan para penjual buku-buku bisnis.

"Berpenghasilan ratusan juta hanya dari rumah"
"Jadi milyarder hanya dengan jadi Reseller dan Dropshipper"

Kira-kira begitulah slogan di buku-buku bisnis yang saya temui. Penulis buku tak sepenuhnya salah, karena mereka berusaha membagikan kiat-kiat meraih kesuksesan berdasarkan apa yang mereka alami. Pun biasanya di bagian akhir, sang penulis tak menjanjikan jalan bisnis mereka akan work dengan jalan bisnis pembacanya.

Inilah yang harus dipahami, jangan sampai kita hanya termakan mimpi indah slogan-slogan tersebut. Baiknya kita jadikan slogan-slogan itu sebagai motivasi untuk mengikuti kesuksesan mereka. Bukan maksud menggurui, ini hanya unek-unek yang entah harus pada siapa saya curahkan. CMIIW :)

Wassalam.

0 komentar:

Posting Komentar