Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Psikologi Warna dalam Perwajahan Media

Dalam dunia media, warna memiliki peran penting untuk memperindah halaman. Melalui warna yang tepat, perwajahan media bisa menarik minat konsumen media untuk membeli dan membacanya. Hal ini bisa terjadi karena warna secara emosional bisa memberikan suasana, dan memengaruhi keceriaan halaman media. Dengan membubuhkan warna yang sesuai dengan porsinya, tentu halaman yang dirancang akan lebih memberikan sesuatu yang hidup ketimbang sekadar membubuhkan tinta hitam di atas kertas putih.

Cermat Memilih Warna

Meskipun warna cukup dominan dalam memengaruhi keindahan perwajahan dan tata letak media, diharapkan pemakaian warna harus cermat. Pasalnya, kelebihan atau kekurangan warna bisa memberikan efek negatif. Tata perwajahan yang diharapkan menarik, bila tidak tepat memanfaatkan warna malah bisa membuat pembaca menjauh bahkan enggan membaca.

Dalam dunia grafis, warna pada prinsipnya dibagi dua bagian utama. Pertama warna primer yang terdiri dari cyan (C) atau biru, magenta atau merah (M), yellow (Y) atau kuning, dan black (K) atau hitam. Kedua, warna sekunder yang diperoleh dari hasil campuran warna dari keempat warna primer. Proses ini lazimnya disebut triads.

Psikologi Warna dalam Perwajahan Media, payung warna warni, colored umbrella

Kita pun perlu memerhatikan hal-hal penting dalam memainkan warna, diantaranya mengenai atribut warna atau corak (hue), kepekatan (saturation), dan nilai warna (value). Kusrianto (2006 : 51) mengemukakan bahwa warna yang tergabung dalam CMYK merupakan warna yang dipergunakan dalam pencetakan komputer. Dari keempat warna dasar kita harus menggunakan sesuai dengan porsinya.

Untuk Cyan dalam ukuran 10, 20, dan 100 persen akan menampilkan biru muda, agak tua hingga biru seratus persen. Atau jika kita mencampurkan biru 10 persen dengan kuning 10 persen, maka akan menghasilkan warna hijau muda. Jika kita mencampurkan warna hitam (K) seratus persen makan warna yang dihasilkan hitam pekat.

Kekuatan Warna

Pakar warna, E. Holzschlag, dalam bukunya bertajuk Creating Colour Scheme dalam Kusrianto (2006 : 47) menjelaskan mengenai kemampuan masing-masing warna dalam memberikan respons psikologis terhadap pembaca. Berikut uraian sederhana mengenai kekuatan atau makna dari setiap warna:

  • Merah. Warna yang mampu memberikan kekuatan, kehangatan, nafsu, cinta, agresif, bertenaga, dan bahaya. 
  • Biru. Warna yang memberikan nilai kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, dan perintah. 
  • Hijau. Warna yang memberikan psikologis alami, kesehatan, pandangan, kecemburuan, dan pembaruan. 
  • Kuning. Secara psikologis memberikan makna optimis, harapan, filosofis, ketidakjujuran, kecurangan, pengecut, dan pengkhianatan. 
  • Ungu. Melambangkan spiritual, misteri, keagungan, perubahan, galak, dan arogan. 
  • Oranye. Memberikan makna energik, keseimbangan, dan kehangatan. 
  • Coklat. Melambangkan makna bumi, dapat dipercaya, nyaman, dan bertahan. 
  • Abu-abu. Memberikan makna intelek, modis, kesenduan, merusak. 
  • Putih. Warna yang melambangkan kemurnian, bersih, kecermatan, kematian dan steril. 
  • Hitam. Memberikan makna kekuatan, seksualitas, kemewahan, kematian, misteri, ketakutan, dan keanggunan.

— Rujukan —

Darsono, Dono., Enjang Muhaemin. 2013. Reka Bentuk Media Cetak. Bandung: Mimbar Pustaka.

2 komentar untuk "Psikologi Warna dalam Perwajahan Media"

  1. Aku suka warnah merah tapi juga hitam.. Em.. Hitam kok ngeri ya... Ahihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kemungkinan orangnya berani, tegas, namun penuh misteri... hehe

      Hapus