9/26/2018

Shiva Itu Siapa? atau Apa?

Sudah sejak lama dunia hiburan India masuk ke Indonesia. Mulai dari film-film jadul hingga serial drama alias sinetron yang banyak muncul akhir-akhir ini. Untuk film "Bollywood" saya rasa hingga kini masih memiliki rating yang bagus, dilihat dari sering diputar ulangnya film-film macam Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Khushi Kabhie Gham, Koi Mil Gaya, dan lainnya di televisi.

Kalau sinetron-sinetronnya seperti Anandhi, Thapki, Madhubala, Paakhi, Jodha Akbar, dan sebagainya sih saya ragu, meski jumlahnya banyak dan aktris-akrtisnya sering datang ke Indonesia untuk sekadar meet and greet, bahkan beberapa dari mereka menetap untuk mengisi acara-acara televisi dalam negeri, itu belum mencerminkan taraf 'ngefans' publik kita terhadap mereka.

Kini tak hanya perfilmannya, serial animasi a.k.a kartun pun mulai diekspor ke negeri ini, bersaing dengan film kartun luar negeri yang lebih dulu tayang seperti Doraemon, Upin & Ipin, dan Spongebob Squarepants. Film kartun produksi India yang saya tahu dan sudah tayang di Indonesia diantaranya; Little Krishna, Chhota Bheem, dan Shiva.

Dari ketiga judul yang saya sebut, Shiva lah yang menurut saya cukup menarik untuk disimak. Kelebihan dari kartun Shiva antara lain terdapat dalam aspek gambar. Sekilas kualitas gambarnya mirip kartun Upin & Ipin hanya saja pergerakan dalam kartun Shiva lebih halus.

Selain itu, Kalau diibaratkan film beneran, pengambilan gambar dalam kartun shiva sangat detail, terutama dalam variasi angle pengambilan gambar. Kelemahannya menurut saya terdapat pada jalan cerita yang terlalu sederhana sehingga cenderung mudah ditebak. Mungkin supaya mudah dipahami anak-anak.

Sesuai judulnya, film ini mengisahkan tentang bocah sakti bernama Shiva. Latar cerita terjadi di kota Vedas. Di kota ini sering terjadi tindak kejahatan, mulai dari percaloan tiket, pencurian, perampokan, pembajakan, hingga eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.

Tindak kejahatan terus terjadi di kota Vedas, kehadiran pihak berwenang yang diwakili Inspektur Ladoo Singh dan Jalaram tak begitu berarti, karena kemampuan mereka bisa dibilang 0%, upaya-upaya penindakan kejahatan yang dilakukan kedua orang ini kebanyakan malah berujung kesialan.

Nah, untung ada si Shiva ini yang memiliki kemampuan bela diri tinggi, didukung dengan peralatan canggih seperti jam tangan yang bisa mengeluarkan drone berbentuk lebah, dan sepeda yang memiliki banyak fasilitas seperti turbo, baling-baling, sayap, dan lainnya yang kesemuanya itu bisa dikendalikan melalui remote control, bahkan pada episode mengejar penjahat di sungai sepedanya bisa berubah menjadi vortex.

Kehebatan Shiva ini sudah diakui warga kota Vedas, meskipun begitu ia nampaknya tak ingin terlalu diekspos media, sebab setelah kasus teratasi ia biasanya langsung pergi bersama teman-temannya (Reva, Adi, dan Uday), malah Inspektur Ladoo Singh lah yang so' aksi di hadapan wartawan.

Satu yang paling Shiva benci adalah ketika dibilang "anak kecil" oleh penjahat yang kerap ia hadapi. Dialog sesaat sebelum perkelahian pun hampir sama di setiap kasus.

Penjahat: "Hey anak kecil! Jangan halangi aku"
Shiva: "Jangan panggil aku anak kecil Paman"
Penjahat: "Anak kecil tapi tidak mau disebut anak kecil? Lalu harus aku panggil apa?"
Shiva: "Aku Shiva, namaku adalah Shiva"

Shiva pun langsung menyerang secepat kilat, para penjahat yang biasanya berjumlah banyak pun dihajarnya satu per satu hingga tak berdaya. Ladoo Singh datang dan memborgol mereka, kota Vedas pun kembali aman. Begitu seterusnya.

Sikap Shiva yang tak mau disebut anak kecil pun menimbulkan tanda tanya bagi saya. Pertanyaannya hampir sama dengan tanya para penjahat. "Anak kecil tapi tidak mau disebut anak kecil? Lantas harus dipanggil apa?"

Sebenarnya Shiva itu siapa? Atau kalau saya lebih radikal mungkin pertanyaannya "sebenarnya Shiva itu apa?"

Dalam cerita, Shiva tinggal bersama Kakek dan Neneknya. Tak diceritakan siapa dan dimana kedua orangtuanya. Apakah ia yatim piatu? Atau hanya dititipkan orangtuanya pada Kakek dan Neneknya? Entahlah. Saya juga ragu, apakah mereka benar Kakek dan Nenek asli atau hanya Kakek-Nenek asuh saja? Semua tak dikisahkan.

Semakin menyimak, tanda tanya dalam pikiran saya semakin mengayun kencang. Mungkinkah Shiva ini sebenarnya orang dewasa yang memiliki perawakan seperti anak kecil? Entah itu kelainan genetik maupun disebabkan suatu kejadian seperti Shinichi Kudo alias Detective Conan. Lalu dari mana Shiva mendapatkan peralatan canggihnya? Apakah ada seorang ahli teknologi di belakangnya? Mungkin.

Atau yang lebih absurd mungkin Shiva adalah jelmaan Alien. Sebab teman dekatnya yang bernama Uday adalah Alien Enthusiast, ia selalu menghubungkan setiap kejadian dengan Alien. Mungkinkah hal ini pertanda? Malah saya juga aneh pada Kakeknya Shiva yang ternyata memiliki kekuatan super yang terdapat pada suaranya. Apakah ini juga berhubungan? Bisa ya bisa juga tidak. Kita simak saja serial animasi Shiva episode demi episode, patut kita nantikan apakah sang pengarang berani membongkar identitas Shiva atau tetap menjadikannya sebagai misteri.

Wassalam.

4 komentar

wahh jadi penasaran sama film ini. mungkin mirip boboi untuk kualitas animasinya ya.

kalau ada kesemoatan coba nonton 1 episode deh.

tanpa latar belakang yg jelas, shiva punya kekuatan n teknologi tinggi. hkmm patut dicurugai

Iya 11-12 sama boboiboy...

ceritanya kurang detail sih, tapi lumayan seru XD

Baru ku tau shiva itu siapa dari tulisan ini. Rasanya perlu nonton sesekali

Terima kasih telah menanggapi tulisan ini.
Semoga tanggapanmu dapat menjadi perantara untuk menjalin tali silaturahmi.