3/18/2021

Terperangkap dalam Dunia Percetakan - Part 1

Terperangkap dalam Dunia Percetakan - Part 1

Terjunnya saya ke dunia percetakan merupakan realisasi dari pernyataan bahwa setiap perkataan adalah do'a. Bagaimana tidak, ide untuk menggeluti mata pencaharian yang saya tekuni saat ini ternyata tak muncul tiba-tiba. 

Secara sadar atau tidak, sejak masa sekolah menengah atas (SMA) saya sering berujar bahwa kelak akan membuka usaha fotocopian (dulu belum tau ada bisnis percetakan).

Menginjak akhir masa SMA saya mulai berkenalan dengan yang namanya Corel Draw lewat mata pelajaran TIK, dari sanalah saya mulai tertarik dengan desain grafis. Semenjak itu saya tekun mempelajari Corel Draw secara otodidak baik itu di Lab Komputer Sekolah maupun di Warnet, karena saat itu saya belum punya komputer sendiri.

Ketertarikan saya pada desain grafis terus berlanjut sampai masa kuliah. Kebetulan yang memang kebetulan saya masuk ke jurusan Ilmu Jurnalistik yang mana di dalamnya dipelajari juga matkul Komunikasi Visual dan Grafis, serta matkul Reka Bentuk Surat Kabar. Kedua matkul itu sering bersinggungan dengan perangkat lunak grafis macam Adobe sekeluarga dan Corel sekeluarga.

Waktu jaman kuliah juga, saya pertama kali mengunjungi tempat digital printing dalam rangka mencetak poster untuk tugas kuliah. Selayaknya orang yang pertama kali berkunjung ke suatu tempat, berbagai hal yang ada di tempat digital printing saya perhatikan.

Ada deretan komputer untuk bagian desain, ada deretan printer, ada juga printer yang ukurannya sungguh badubangdingkleung (belakangan saya tau bahwa itu mesin cetak spanduk/stiker ukuran besar), tak terkecuali memerhatikan para kasirnya 😍

Namun saya lebih tertarik ke deretan komputer yang sedang dimainkan oleh para desainer percetakan tersebut. Waktu itu saya melihat bahwa posisi desainer di percetakan itu lumayan keren juga. Selain karena saya berminat di bidang itu, kelihatan kerjanya juga cukup santai, serasa menjalankan hobi tapi dibayar. Mantap kali kan? 😎

Terjerat dalam Dunia Percetakan

Dari sanalah mulai terpikir bahwa kemampuan desain saya yang biasa aja, cukup qualified juga untuk bekerja di percetakan. Seiring berjalannya waktu, saya pun terbiasa menerima permintaan desain dari teman dengan imbalan seikhlasnya, baik itu uang, makanan, atau ucapan terima kasih cinta.

Meski pernah memimpikan buka usaha fotocopian atau setidaknya bekerja di percetakan, setelah lulus kuliah tentu saya ingin bekerja sesuai bidang yang saya pelajari selama empat tahun dong. Namun sepertinya rejeki saya bukan disana, karena setelah melamar ke berbagai media, nyatanya tak pernah ada panggilan.

Akhirnya saya mencoba realistis dengan bekerja di bidang lain, dan diterimalah saya sebagai Staff Administrasi di perusahaan perbankan. Nampak semakin terlihat saja hilalnya perkataan dosen saya tempo hari. Bahwa anak jurnalistik setelah lulus maka pekerjaannya tak akan jauh dari bank.

Selain menjadi Staf Administrasi yang tiap hari kerjaannya mengurusi data-data (sesekali berhubungan dengan marketing), saya juga sempat dipindahkan ke kantor cabang untuk mengisi posisi sebut saja Customer Service dan Teller (bergantian).

Kalau di posisi yang baru saya akan berurusan dengan uang dan berhubungan langsung dengan bermacam-macam wujud dan watak manusia. Salah satu dari manusia itu adalah seorang dosen jurnalistik di salah satu kampus di Bandung. Saya lupa nama beliau, tapi saya ingat betul bahwa rambutnya gondrong.

Beliau adalah salah satu nasabah yang baik dan rutin datang ke kantor. Namun, kedatangannya membawa kebahagiaan sekaligus kesedihan. Bahagia karena saya bisa bertemu dan sesekali berbincang dengan orang yang satu circle. Sedihnya beliau selalu menertawakan saya sebab dianggapnya saya adalah manusia yang salah jalan.

Singkat cerita, dengan berbagai alasan saya resign dari perusahaan itu. Tapi, sebelum benar-benar keluar tentu saya sudah berburu loker dulu, malah pada hari H resign, sembari berangkat ke kantor untuk yang terakhir kalinya, saya sempatkan mampir ke sebuah percetakan untuk memasukan lamaran kerja sebagai desainer grafis.

Dan alhamdulillah ketika itu sedang ada pemiliknya, walhasil langsung interview beberapa saat dan diterima, besok saya langsung diminta masuk kerja. Dalam hati merasa senang, tapi logika berkata bahaya karena saya jadi terlambat masuk kantor.

Pengalaman saya di dunia percetakan pun bermula dari sini. Jika penasaran bisa lanjut ke Part 2 ya...

12/26/2020

Eksodus Pesepakbola Indonesia ke Luar Negeri

Eksodus Pesepakbola Indonesia ke Luar Negeri

Membincangkan sepak bola Indonesia tahun 2020, hanya sedikit bahan yang bisa dibahas. Mungkin hanya seputar TC Timnas, atau kompetisi yang mati suri hingga waktu yang tak pasti, akibat larangan pemerintah dan pihak keamanan karena kasus Covid-19 di Indonesia belum terkendali.

Tidak berjalannya kompetisi tentu membuat banyak klub merugi, karena meski tidak bertanding para pemain mereka harus tetap digaji, meski hanya setengah harga dari kesepakatan kontrak berdasarkan keputusan PSSI.

Beberapa pemain asing yang kontraknya habis di penghujung tahun 2020 pun memilih hengkang ke luar Indonesia. Ya, kepindahan seorang pemain asing dari kompetisi negara satu ke kompetisi negara lain sudah menjadi hal lumrah. Namun akan menjadi kehebohan apabila yang pindah lintas negara itu adalah pemain lokal Indonesia.

Menjadi berkah juga, tidak adanya kompetisi tahun 2020 membuat beberapa pemain lokal hengkang atau dipinjam klub dari negara lain. Tentu ini sesuai harapan kita bersama, ada anak Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Meskipun bukan hal baru, namun jumlahnya dapat dihitung jari.

Hingga tulisan ini dimuat, tercatat ada empat pesepakbola indonesia yang hengkang ke kompetisi luar negeri.

Eksodus Pesepakbola Indonesia ke Luar Negeri
Pesepakbola Indonesia yang berkiprah di luar negeri tahun 2020

Pertama, Bagus Kahfi yang dikontrak Jong FC Utrecht dari Barito Putera dengan segala kontroversinya. Lanjut ada Rivaldo Todd Ferre, pemain muda Persipura Jayapura yang dipinjamkan ke Lampang FC yang berkompetisi di Thai League 2. Disusul oleh bek Persija Jakarta, Ryuji Utomo. Meski awalnya santer dikabarkan akan hijrah ke Liga Australia, namun pada akhirnya ia dipinjamkan ke Penang FC, klub yang tahun ini baru promosi ke Kasta tertinggi liga Malaysia.

Terbaru dan yang paling menghebohkan adalah dikontraknya pemain muda Madura United, Syahrian Abimanyu, oleh klub fenomenal asal Malaysia, Johor Darul Takzim atau akrab disebut JDT. Selain karena faktor klubnya yang serba wah, juga karena sangat sedikitnya isu kepindahan Syahrian Abimanyu ke JDT hingga cukup mengejutkan publik.

Namun, berdasarkan pernyataan pemilik JDT, Tunku Ismail Idris Tunku Mahkota Johor atau TMJ, di laman media sosialnya. Abimanyu tidak akan bermain di JDT 2 seperti yang santer diperbincangkan. Melainkan akan dipinjamkan lagi ke klub luar Malaysia. Karena Syahrian Abimanyu masuk dalam rencana jangka panjang klub.

Untuk bermain di JDT 1 pun saat ini nampaknya tidak memungkinkan, karena slot pemain asing ASEAN masih diisi Haris Harun (Singapura) yang menjadi Kapten Tim. Mengharapkan JDT mengorbankan satu slot pemain asing Asia/Bebas pun nampaknya sulit juga. Tapi apapun yang terjadi, saya harap yang terbaik bagi Syahrian Abimanyu.

Sebelum empat pemain di atas, sudah ada pemain kita yang masih aktif bermain di kompetisi luar. Sebut saja Yanto Basna yang cukup malang melintang di kompetisi sepakbola Thailand, Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk - Polandia), Witan Sulaiman (FK Radnik Surdulica - Serbia), Brylian Aldama (HNK Rijeka - Kroasia), Luah Mahessa dan Kelana Mahessa (Bonner SC - Kasta 4 Jerman), Elkan Baggott (Ipwich Town - Kasta 3 Inggris), Safarizal Mursalim (Al-Mesaimeer - kasta 2 Qatar), dan mungkin masih ada yang lainnya.

Belum lagi jika pemain yang berlaga di kompetisi junior atau pemain-pemain keturunan yang potensial dipanggil Timnas dimasukan ke dalam daftar, mungkin akan bertambah banyak daftar pemain Indonesia yang berkompetisi di luar negeri.

Judul tulisan ini mungkin agak bombastis karena kepindahan pemain Indonesia ke luar negeri tahun ini tidak cocok juga disebut eksodus, namun ini semoga menjadi do'a. Karena menurut saya banyaknya pesepakbola Indonesia yang bermain di luar negeri menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Lihat saja Brazil yang pemainnya ada dimana-mana, bahkan di level kompetisi bawah sekalipun.

Jangan jauh-jauh deh, coba lihat Korea Selatan dan Jepang yang pemainnya tersebar di liga Eropa, atau tengok tetangga kita, Thailand yang mulai mengekspor pemainnya ke liga yang lebih berkelas. Itu bisa kita jadikan contoh sehingga dapat menaikan kualitas pemain, pamor liga lokal terangkat, pun tak menutup kemungkinan berimbas ke membaiknya prestasi tim nasional.

Saya membayangkan, pemain kita ada di berbagai negara, klub-klub Indonesia langganan main di Liga Champion Asia, dan Timnas Indonesia tak lagi bicara AFF dan Sea Games, tapi Piala Asia (kalau piala dunia sadar diri dulu aja hehe). Juga kita tak lagi bicara persaingan dengan Malaysia, Vietnam, Myanmar, bahkan saudara kandung kita Timor Leste, karena itu sangat menjengahkan.

11/09/2020

Prosedur Pembayaran Pajak STNK 1 Tahun di Samsat Outlet

Prosedur Pembayaran Pajak STNK 1 Tahun di Samsat Outlet

Assalamu'alaikum para pengunjung dan pembaca blog Jurnal Rozak.

Postingan ini akan membahas tentang bagaimana prosedur pembayaran pajak STNK 1 tahun di Samsat Outlet. Topik serupa sebenarnya sudah pernah saya buat di postingan berjudul Perpanjang STNK Tahunan di Samsat Outlet Ladies. Namun tak salah juga bila saya kembali membahasnya dengan pengalaman yang lebih baru.

Pagi itu saya kembali menyambangi Samsat Outlet untuk membayar pajak motor butut saya. Meski sebenarnya jatuh tempo masa berlaku STNK saya habis dua minggu ke depan, saya pikir lebih baik bayar di awal bulan saja lah. Mumpung sedang ada uang, juga kebetulan ada jadwal lewat ke depan kantor Samsat.

Singkat cerita saya tiba di Samsat pukul 9 pagi. Awalnya saya ragu karena dari kejauhan pun sudah terlihat antrean cukup sesak. Tapi kepalang tanggung dan sepengalaman saya proses pembayaran pajak di Samsat Outlet khususnya di Samsat Outlet Bandung Timur cukup cepat.

Samsat Outlet ini berlokasi di Komplek Pertokoan Tritan Point, Jl. Raya Cipadung No.35-39, Cibiru, Kota Bandung. Buka hari Senin s/d Jum’at pukul 08.00 – 14.00 WIB, dan hari Sabtu pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Kali ini saya tak perlu kebingungan dan tanya-tanya lagi. Setelah parkir motor, langsung saja hampiri Ibu Security yang berjaga di meja yang ada di teras kantor Samsat untuk menyerahkan berkas yang diperlukan.

Prosedur Pembayaran Pajak STNK 1 Tahun di Samsat Outlet
Pendaftaran untuk membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Outlet - Dok. JR

Berkas tersebut antara lain STNK dan lembar SKPD (2 lembaran yang ada di dalam plastik) yang akan diperpanjang, dan KTP Asli sesuai identitas di STNK.

Setelah menyerahkan berkas, jangan lupa menulis nama kita di buku tamu sebagai pengganti nomor antrean.

Perlu diketahui, samsat yang saya datangi ini adalah Samsat Outlet Ladies, jadi semua pegawainya adalah wanita. Juga Samsat Outlet ini hanya melayani pembayaran pajak 1 tahun. Untuk pajak 5 tahunan harus ke Samsat Induk.

Jika sudah menulis nama kita di buku tamu, menepilah dari sana tapi jangan jauh-jauh, karena nanti nama kita akan dipanggil. Khawatir tidak terdengar dan akhirnya kelewat deh.

Kalau nama kita dipanggil, segeralah masuk ke dalam ruangan kantor Samsat, dan duduklah di kursi yang kosong. Sebelumnya, di pintu masuk kita akan diperiksa suhu tubuh dan tangan kita disemprot hand sanitizer.

Prosedur Pembayaran Pajak STNK 1 Tahun di Samsat Outlet,
Loket pembayaran pajak dan loket pengambilan berkas yang sudah divalidasi - Dok. JR

Di dalam ruangan kita akan menunggu panggilan lagi dari loket pembayaran untuk proses pembayaran pajak. Bila nama kita dipanggil, segera hampiri loket pembayaran.

Setelah melakukan pembayaran, kita akan disuruh duduk kembali untuk menunggu panggilan dari loket pengesahan pajak. Di loket inilah nantinya kita akan menerima STNK baru dan SKPD yang telah divalidasi atau dicap.

Jika nama kita dipanggil langsung hampiri loket pengambilan, pastikan semua berkas yang diterima lengkap, yakni lembar STNK baru, SKPD yang telah dicap, dan KTP asli atas nama kita.

Pastikan juga data-data di STNK sudah benar. Sampai sini proses pembayaran pajak STNK 1 tahunan pun selesai.

Durasi dari pendaftaran sampai selesai saya perkirakan sekira 20 menit, jika sedang sepi biasanya bisa lebih cepat lagi.Oh iya, karena masih dalam situasi pandemi, kita diwajibkan memakai masker ya.

Itulah prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di Samsat Outlet Ladies Bandung Timur. Untuk prosedur di Samsat Outlet lain saya kira tak begitu berbeda atau bahkan mungkin sama.

Semoga postingan ini bermanfaat. Wassalamu'alaikum :)

10/31/2020

Balaka

Balaka

Gening enya anjeun pisan
Nu mutuskeun tali asih
Cenah arék babarengan
Moal dugi pipisahan
Tapi anjeun nu geus jalir

Tadina henteu percaya
Anjeun téh robah haluan
Panggih jeung asih baheula
Nu kungsi ngait na ati
Akhirna tuh nyambung deui

Naha anjeun beut narima kuring
Lamun rék kitu atuh ka dirina
Kacinta anu geus manteng
Ukur ngeusian lolongkrang
Haté diwewejét

Lain harita balaka
Henteu narima kapaksa
Datang tina haté
Gening nyatana tuh nyandiwara
Nu sabenerna dirékayasa

***

Kutipan tembang "Balaka" 
DipopulĂ©rkeun ku Hendy Restu 
Ciptaan Endang Oghut

10/29/2020

Hilang dalam Terang

Hilang dalam Terang

Fajar menyingsing bulan masih mengambang
Kita pun menepi di pinggir jalan
Di sinilah kau putuskan temali perjanjian
Layulah sekuntum mawar yang hendak kuberikan

Mengapa kau membuatku serba salah?
Melayani perasaan, menolak kebenaran
Setelah aku dilanda gelora mabuk asmara
Sedang kau malah berlalu tanpa satupun aksara

Mengapa mudahnya kau akhiri?
Dengan menyingkap tabir rahasiamu dengannya
Terjaga mentari melenyapkan bulan
Kini aku sendiri kesunyian sepanjang jalan

***

Disarikan dari Hilang dalam Terang (1995) Karya Search

10/28/2020

The Meaning of Competition in Life

The Meaning of Competition in Life

"Indonesian people do not like competition." So said Gheeto TW in his book, entitled Gol !. The "dislike" parameter can be seen from the attitude of football fans who often act anarchically when their favorite team loses.

Not only supporters, players on the field also tend to be easily provoked by emotions and sometimes even get involved in a fight both with opposing players and with the referee.

Perhaps it was their pride that was so high that defeat was despised. Even though defeat is a means of learning to be better next time. That is why the atmosphere of football competition in our country is still not conducive.

So, inevitably we have to compare it with overseas competitions. Even if there is still violence, harassment, cheating or anarchy, the competitive atmosphere abroad such as in England, Spain, Germany, Japan, and even our neighboring country Thailand is much better. They still respect, even though they lose; encourage ourselves to keep going and growing.

The competition atmosphere is arranged in such a way that it is very tight and exciting. Therefore, it takes mental and physical strength to be able to play in such a tough competition. And, it was precisely the intense competition that made rapid progress.

The Meaning of Competition in Life

Brian McBridge (former US national team player) said, "I think competition is very important. Competition produces a lot of good things in a person." So, there is nothing wrong with competition, it actually helps someone discover the greatest potential in themselves.

Linguistically, competition or competition comes from two Latin words: com (together) and petere (to seek, to do something seriously). So the spirit of competition is not for the pursuit of one's own gain, but in it there is always a spirit of togetherness.

Apart from competition, there is also the word rivalry. So, what is the difference between the two? In Indonesian, the meaning of both is the same. The difference lies in the focus.

Rivalry tends to be focused on "beating others", whereas competition is more focused on "beating oneself." We compete not to beat our opponents, but to give the best of ourselves.

Usually football competitions are divided into two groups; long and short competitions. Which is more difficult? Each of them has different characteristics.

In short competitions, a player must be persistent in fighting so that in about one month they have to maintain their physicality and concentration, from the preliminary round to the end.

With a break per match that is usually only two or three days, you can imagine how tired a team can get to the final round. Sometimes the finals even become anti-climax because the players are very tired.

However, there is something that is quite surprising, a player who performs very well in short competitions such as the World Cup, Euro, Asian Cup, or the Olympics is not necessarily able to perform well in a competition titled long league or regular that takes place for one season (about one year).

It turns out that fighting for a long time is more difficult than fighting for a short time. In regular competition, a player must maintain his fitness in order to perform optimally in one full season.

Likewise, life is like a very long competition. Not only physical fitness that must be maintained, but also the fitness of the heart and mind throughout life, not to mention we have to be careful with fouls, blunders, and not suicide.

In fact, unlike football competitions which have an end, life doesn't know when and where it ends, a mystery to us but not to its creator.

Hopefully there is a lesson. Wassalam :)

Reference: Goal! by Gheeto TW (Published by BIP, 2013)
How Drones Can Help the Real Estate Industry

How Drones Can Help the Real Estate Industry

While not much is done in Indonesia, more and more real estate managers are turning to photography and video using drones to better market their properties. In some countries, drones are a sight that is often seen above the house to be marketed.

Drones help with real estate marketing by grabbing the attention of potential buyers and making them spend more time browsing the properties on offer. Drones offer a fairly complete and interesting perspective, including:

1. Visual Information at Fair Price

Before drones were accessible to real estate professionals, aerial photography on the property was limited to satellite images (as can be viewed with Google Earth), or images taken during expensive aerial photography sessions on charter planes or helicopters.

How Drones Can Help the Real Estate Industry

For a reasonable fee, drones can save on marketing dollars. Drones "streamline" the buying and selling process by providing more visual information. As prices become more affordable, real estate managers can use them for almost any type of property.

2. Photographing a Large House with a Wider View

Real estate managers need to take every opportunity they have to explain more about the properties they offer. Potential buyers want to know more about the property they are about to buy.

How Drones Can Help the Real Estate Industry

So a more detailed explanation will benefit everyone. Drone photography and video are very useful for depicting large and unique properties that cannot be shot well from ground level.

Drone photography can be used to show off props by a large lake, for example. With ordinary photography, from the front, the house just looks like an ordinary two-story house. There is no way to capture all the details and scenery in one camera frame.

When drones are used to take photos, all the important selling points can be seen in one frame. Buyers can be found much faster, and the biggest thing that helps reach a deal is the main photo that shows the scope of the house, yard and the nearby lakeside.

3. More Personal Display of Property

Drone video can help potential buyers "feel" the atmosphere and get a better picture of a property before they actually visit the property.

How Drones Can Help the Real Estate Industry

For example, a drone can record video as it flies along a winding, tree-lined driveway to give an idea of what the road will look like to reach the house. Drones can also take off from backyards and fly over their surroundings to give potential buyers a better view of the area.

The look of a property like this can touch the emotional aspect of offering a home because real estate is not only about homes, but also lifestyle. People buy on emotion, and the video captures their attention.

4. City Tour

Drones are also very helpful for potential buyers who want to find out about a new city. For example, for professionals assigned to other cities they do not know. Drones can help describe the amenities around a property, the atmosphere of a city, and show buyers the landscape or public facilities near a house, for example how close the house is to the beach.

How Drones Can Help the Real Estate Industry

From the air, potential buyers can see parks, golf courses, lakes, landmarks and other amenities in ways they can't just by looking at maps or satellite photos. This is important because what concerns buyers in commercial real estate transactions is location.

The use of drone technology in real estate marketing is still relatively new, and is likely to become an industry standard, as are professional property photos. However, real estate managers also need to take into account some of the problems that may arise, such as privacy concerns for neighbors and the possibility of the drone hitting a person or property.

Drone photography also doesn't work well for homes in downtown areas and surrounded by many neighboring homes. Drones are especially useful when used on large, land-based properties, such as plantations, second residences, or outbuildings on the land.
Penerima Bantuan UMKM atau BPUM, Tepat Sasaran?

Penerima Bantuan UMKM atau BPUM, Tepat Sasaran?

Sebagai pelaku usaha mikro, saya tentu sumringah ketika menerima kabar akan adanya bantuan pemerintah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bantuan tersebut berupa dana tunai sebesar Rp 2.400.000 per pelaku usaha sebagai tambahan modal untuk mendorong produktifitas usaha yang dijalankan.

Bulan Agustus lalu, saya beserta teman-teman Karang Taruna yang kebetulan mereka sedang merintis usaha pakaian Preloved, mendaftarkan usaha kami untuk mendapat bantuan dana yang dimaksud.

Apa saja syaratnya?

Sesuai info seadanya dan sebagian mencari dari internet, syaratnya antara lain harus memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa atau Kelurahan.

Penerima Bantuan UMKM, Dana BPUM, Tepat Sasaran, Bantuan usaha kecil
Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa atau Kelurahan

Bagaimana cara mendapatkan SKU?

Sebelum menyangkut syarat administrasi, pastikan dulu bahwa kita adalah pelaku UMKM, setidaknya memiliki usaha entah itu berupa warung, jual sayuran, jasa, jualan online, dsb.

Sedangkan syarat administrasi yang saya maksud antara lain membuat Surat Permohonan Pembuatan SKU yang harus ditandatangi RT dan RW setempat, juga ditandatangani pemohon di atas meterai 6000.

Selain Surat Permohonan Pembuatan SKU, kita juga harus melengkapinya dengan fotocopy KTP dan fotocopy Kartu Keluarga. Bila perlu, lengkapi dengan print out foto usaha kita, cukup 1 sampai 3 foto dicetak di selembar kertas A4.

Setelah lengkap, selanjutnya kita bawa berkas tersebut ke kantor desa atau kelurahan dan bilang saja ke petugasnya, mau membuat Surat Keterangan Usaha. Bisanya pihak desa juga sudah paham. Kalau kondisi sedang tidak ada antrian, hari itu juga SKU bisa langsung dibawa pulang.

Setelah mendapatkan SKU, bagaimana tahap selanjutnya?

Untuk hal ini mungkin pengalaman setiap orang berbeda-beda, karena tiap Kabupaten/Kota memiliki prosedur masing-masing.

Pengalaman saya berikut ini adalah untuk UMKM penerima BPUM yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Tahap selanjutnya adalah mendaftarkan usaha kita ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, secara online melalui tautan https://Bit.ly/BIODATAUMKM.

Tautan tersebut akan membawa kita ke halaman Google Form. Disanalah kita akan mengisi data-data sesuai dengan yang tercantum dalam SKU, seperti nama, alamat, usaha yang dijalankan, dan sebagainya.

Selain itu, kita juga ditanya perihal besaran omset per bulan, aset yang dimiliki, dan yang paling wajib tentunya adalah Nomor SKU. Mengenai nomor SKU, kita tidak bisa ngasal ya, karena nomor tersebut bersifat unik alias tidak akan ada yang sama dan sudah terdaftar di Desa/Kelurahan.

Apabila sudah diisi, periksa kembali jika masih ragu. Jika yakin sudah benar, selanjutnya klik kirim, dan proses pendaftaran pun selesai.

Lalu bagaimana lagi?

Setelah mendaftar sejatinya tidak ada proses lanjutan, kita hanya menunggu adanya SMS dari bank BRI.

Saya sendiri tidak menyangka akan lolos verifikasi. SMS dengan nama pengirim BRI-INFO itu masuk sekira 2 bulan setelah mendaftar.

Isi pesannya kira-kira begini,

Nasabah Yth. Anda terdaftar sebagai penerima Banpres Produktif (BPUM). Untuk verifikasi dan pencairan silakan menghubungi kantor BRI terdekat dengan membawa eKTP.

Berikut hasil tangkapan layar dari ponsel saya,

SMS BRI Bantuan Usaha Mikro

Besoknya, saya langsung mendatangi kantor BRI terdekat. Di sana saya bertemu orang-orang yang memiliki maksud sama, menanyakan kebenaran SMS dari BRI.

Meski di SMS cukup mendatangi BRI terdekat, nyatanya tidak sesembarangan itu. Hanya kantor BRI tertentu saja yang bisa memproses bantuan UMKM atau BPUM tersebut.

Saya dan yang lainnya pun diarahkan ke kantor BRI yang bisa memproses. Setelah tiba di kantor yang ditunjuk, disana sudah bejubel orang yang memiliki tujuan sama.

Langsung saja saya hampiri security dan menyatakan maksud. Security pun meminta saya menunjukkan SMS dari BRI, selanjutnya beliau meminta eKTP untuk diperiksa sekaligus pengganti nomor antrean.

Kini, untuk mengetahui apakah kita mendapatkan bantuan BPUM tersebut tak perlu antre di BRI, cukup memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor KTP melalui tautan https://eform.bri.co.id/bpum

Tak semua dari kami langsung bisa mencairkan dana di kantor BRI tersebut. Ternyata, dana hanya bisa dicairkan di kantor BRI sesuai alamat sebelumnya, atau berdasar domisili kelahiran, entahlah, yang pasti sebagian dari kami dialihkan ke kantor BRI sesuai domisili sebelumnya.

Contoh, saya antre di kantor BRI Cimekar, Kab. Bandung. Disana ada yang dialihkan ke kantor BRI yang ada di wilayah Kecamatan lain asal tempat tinggal pemohon, bahkan ke kota lain seperti Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Bandung, dll.

Sekira 3 jam nama saya baru mendapat panggilan. Karena waktu itu jam pelayanan sudah habis, jadi saya hanya diberi formulir pembuatan Tabungan, dan surat-surat pernyataan lain yang diantaranya menyatakan bahwa pemohon tidak sedang menerima pembiayaan KUR atau pembiayaan lainnya.

Semua formulir itu saya bawa pulang untuk diserahkan kembali esok harinya setelah diisi.

Besoknya saya datang lebih pagi. Ternyata disana sudah mengular antrian, namun saya tak perlu antre lama-lama karena tinggal menyerahkan berkas saja dan tak lama saya pun dipanggil Customer Service.

Bersama Customer Service saya hanya bercakap sekejap saja, karena prosesnya hanya menandatangani buku tabungan dan menyerahkan berkas berupa SKU asli, fotocopy Kartu Keluarga, dan 2 buah fotocopy KTP, setelah itu proses selesai. Dana langsung masuk ke tabungan dan bisa di Rp 0,- kan alias dikuras langsung.

Begitulah proses awal hingga cairnya dana Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan dana bagi UMKM.

Bagi saya, hadirnya bantuan dana bagi pelaku UMKM ini sangat membantu, selain untuk menambah modal, bisa juga untuk mengembangkan usaha dengan menambah aset. Mungkin begitu juga yang dirasakan penerima bantuan lainnya.

Saya sendiri memanfaatkan dana tersebut dengan membeli printer untuk melengkapi peralatan usaha percetakan yang saya geluti.

Tak disangka, setelah banyaknya pelaku usaha yang mendapat suntikan dana tersebut, banyak pula masyarakat yang ingin mendapatkannya juga. Baik mereka yang asli pelaku UMKM maupun yang cuma ngaku-ngaku.

Kepada sesama pelaku usaha UMKM, tentunya saya membantu mereka dengan memberi info sesuai prosedur yang saya jalani waktu itu.

Namun, saya merasa terusik pada individu yang hanya mengaku-ngaku memiliki usaha, atau numpang nama ke individu lain yang benar-benar memiliki usaha.

Fakta ini saya ketahui karena banyak yang memfotocopy dan print berkas di tempat saya.

Sayangnya, saya tak dapat mengatur mereka secara langsung dengan melarang mereka. Demi kesejahteraan bersama, upaya saya hanya sekadar sindiran sambil bercanda saja.

Saking berbondong-bondongnya, pihak desa pun mulai curiga sehingga persyaratan diperketat, pun imbauan bahwa setelah dana cair akan ada survei lapangan pun dikeluarkan. Banyak dari mereka yang membatalkan niatnya, tak sedikit pula yang keukeuh dengan pendiriannya. Entah upaya mereka dengan usaha kecil bodongnya itu akan lolos verifkasi atau tidak.

Terlepas dari tepat sasaran atau tidaknya niat baik tersebut, yang pasti bagi pelaku usaha mikro dana ini sangat membantu. Karena dari setiap kebijakan pasti ada melesetnya juga.

10/10/2020

Tersiksa

Tersiksa

Demi sumpahmu tuk bina istana kita
Nilai adat dan agama dijadikan landasannya
Tak pernah pun terlintas untuk aku menduakanmu, apalagi menggores hati
Padamu yang kuanggapkan kekasih

Sungguh terheran bila aku disingkirkan
Dicemooh sewenangnya dengan penuh hinaan
Bagimu cinta saja tak mampu untuk membina
Mahligai impianmu bak kencana

Begitu alasanmu menutup pintu sengsara
Sehingga batinku berduka
Di kamar itu kau rela dibuai mimpi
Kuberadu bayang diri

Engkau racun berbisa membunuh jiwa raga
Aku yang tersiksa dianggap biasa
Dan kini kutahu, ku bukan kekasihmu
Tak usah kau memburu apa yang terjadi padaku

Biarlah mengalah
Daripada ku kian parah
Mengharapmu pun seolah mengundang seribu resah
Tak rela dibebani masalah

***

*Disarikan dari Tersiksa Lagi Batinku Karya Mohd Azam Sulong / Saari Jusoh

10/03/2020

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Meski belum banyak dilakukan di Indonesia, semakin banyak pengelola real estate beralih ke fotografi dan video menggunakan drone untuk memasarkan properti mereka dengan lebih baik. Di beberapa negara, drone menjadi pemandangan yang sering terlihat di atas rumah yang akan dipasarkan.

Drone membantu pemasaran real estate dengan menarik perhatian calon pembeli dan membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat-lihat properti yang ditawarkan. Drone menawarkan perspektif yang cukup lengkap dan menarik, di antaranya:

1. Informasi Visual dengan Harga Pantas

Sebelum drone dapat diakses oleh para profesional real estate, foto udara di atas properti hanya terbatas pada gambar satelit (seperti yang dapat dilihat dengan Google Earth), atau gambar yang diambil selama sesi foto udara yang mahal dengan pesawat sewaan atau helikopter. 

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Dengan biaya yang masuk akal, drone dapat menghemat dana pemasaran. Drone "merampingkan” proses pembelian dan penjualan dengan memberikan lebih banyak informasi visual. Karena harganya menjadi lebih terjangkau, para pengelola real estate dapat menggunakannya untuk hampir semua jenis properti.

2. Memotret Rumah Besar Dengan Pemandangan Lebih Luas

Para pengelola real estate perlu memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki untuk menjelaskan lebih lanjut tentang properti yang mereka tawarkan. Para calon pembeli ingin tahu lebih banyak tentang properti yang akan mereka beli.

Jadi, penjelasan yang lebih mendetail akan menguntungkan semua orang. Fotografi dan video dengan drone sangat berguna untuk menggambarkan properti yang besar dan unik, yang tidak bisa dipotret dengan baik dari permukaan tanah. 

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Fotografi drone dapat digunakan untuk memamerkan properti di tepi danau yang besar, misalnya. Dengan fotografi biasa, dari depan, rumah itu hanya tampak seperti rumah biasa berlantai dua. Tidak ada cara untuk menangkap semua detail dan pemandangan dalam satu frame kamera.

Ketika drone digunakan untuk mengambil foto, semua nilai jual yang penting bisa terlihat dalam satu frame. Pembeli dapat lebih cepat ditemukan, dan hal terbesar yang membantu mencapai kesepakatan adalah foto utama yang menunjukkan ruang lingkup rumah, halaman, dan tepi danau di dekatnya.

3. Tampilan Properti yang Lebih Pribadi

Video yang direkam dengan drone dapat membantu calon pembeli “merasakan” suasana dan mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang sebuah properti sebelum mereka benar-benar mengunjungi properti itu.

Misalnya, drone dapat merekam video saat terbang di sepanjang jalan masuk yang berkelok-kelok dan dipenuhi pepohonan untuk memberi gambaran seperti apa jalan untuk mencapai rumah itu. Drone juga dapat lepas landas dari halaman belakang rumah dan terbang di atas lingkungan sekitarnya agar calon pembeli dapat melihat area tersebut dengan lebih baik. 

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Tampilan properti yang seperti ini dapat menyentuh aspek emosional dalam menawarkan rumah karena real estate tidak hanya tentang rumah, tetapi juga gaya hidup. Orang-orang membeli berdasarkan emosi, dan video itu mampu menarik perhatian mereka.

4. Tur Keliling Kota

Drone juga sangat membantu para calon pembeli yang ingin mencari tahu tentang kota baru. Misalnya bagi para profesional yang ditugaskan ke kota lain yang belum mereka kenal. Drone dapat membantu menggambarkan fasilitas di sekitar properti, suasana kota, dan menunjukkan kepada pembeli bentang alam atau fasilitas publik di dekat sebuah rumah, misalnya seberapa dekat rumah itu ke pantai. 

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Real Estate

Dari udara, para calon pembeli dapat melihat taman, lapangan golf, danau, landmark, dan fasilitas lainnya dengan cara yang tidak dapat mereka lakukan dengan hanya melihat peta atau foto satelit. Hal ini penting karena yang menjadi perhatian pembeli dalam transaksi real estate komersial adalah lokasi.

Penggunaan teknologi drone dalam pemasaran real estate ini masih tergolong baru, dan mungkin akan menjadi standar industri, seperti foto properti yang diambil secara profesional. Tetapi, para pengelola real estate juga perlu memperhitungkan beberapa masalah yang mungkin timbul, misalnya masalah privasi para tetangga dan kemungkinan drone itu menabrak seseorang atau sebuah properti.

Fotografi drone juga tidak berfungsi dengan baik untuk rumah di area pusat kota dan dikelilingi banyak rumah tetangga. Drone sangat berguna ketika digunakan di properti yang luas dan memiliki banyak lahan, seperti perkebunan, tempat tinggal kedua, atau bangunan tambahan di tanah itu.