9/21/2017

Mengatasi Printer HPPSC 1410 Series Tidak Terdeteksi

Awal September 2017 saya membeli printer HP PSC 1410 All-in-One, harganya murah cuma 280 ribu (second sih). Awalnya curiga juga dengan harga segitu, secara biar pun second tapi printernya kan multifungsi (scan and copy). Tapi setelah dites sama penjualnya ternyata masih normal.

Sesampainya di rumah, saya langsung unduh drivernya dari laman resmi HP sebagai syarat menginstall ke komputer. Setelah unduhan selesai (ukuran filenya sekira 370MB), lanjut ke proses install. Nah, pada tahap inilah terjadi masalah yang cukup mendebarkan.

Printer tidak terdeteksi, padahal sudah menginstall drivernya. Sebenarnya terdeteksi sih, tapi hanya scan dan copy saja, sedangkan fungsi utamanya sebagai printer tidak bisa digunakan. Saya coba add printer secara manual lewat control panel, namun tak membuahkan hasil karena tipe printer saya tidak tercantum dalam list printer. Saya coba menggunakan driver HP tipe lain yang ada dalam list, namun tidak ada yang cocok. Lalu saya diperintahkan untuk melakukan Windows Update, saya pun menuruti perintah tersebut, namun hasilnya nihil banget.

Mengadu dan mencari bantuan di forum printer HP sangat tak membantu, karena solusi yang mereka berikan amat berbau formalitas, seperti install driver dan bla bla bla lainnya. Bermacam-macam cara telah dilakukan, tidak ubahnya seperti perlombaan. Mulai dari ganti kabel USB, install-uninstall program beberapa kali, hingga install ulang komputer. Tapi tetap saja hasilnya NOL BESAR, meskipun hal absurd telah saya lakukan, seperti memukul printernya (siapa tahu manjur seperti halnya pada remot TV).

Saya pun coba menenangkan diri. Setelah tiga hari bersemedi saya mendapat ilham dan coba menghadapi printer kampret ini lagi. Kali ini saya menggunakan cara sendiri, kira-kira begini :

  1. Komputer kamu harus terkoneksi ke internet.
  2. Install driver HP, dengan tidak menghubungkan printer ke komputer.
  3. Ikuti proses install driver sampai ada perintah menghubungkan printer ke komputer.
  4. Hubungkan printer ke komputer hingga printer terdeteksi, proses ini memerlukan waktu sekira 30 menit atau lebih.
  5. Setelah proses install driver selesai, secara otomatis printer kamu terdeteksi dan bisa digunakan.

Kira-kira begitulah cara saya mengatasi masalah printer HPPSC 1410 Series yang tidak terdeteksi oleh komputer. Sepertinya cara ini berlaku juga untuk printer HP tipe lain, karena setelah dicek ulang, list tipe printer HP yang terdaftar di komputer saya bertambah.

Mengatasi Printer HPPSC 1410 Series Tidak Terdeteksi

Dari pemecahan kasus di atas, saya berkesimpulan bahwa solusi inti untuk memecahkan masalah printer HP yang tidak terdeteksi adalah harus terkoneksi ke internet ketika menginstall drivernya. Cukup simpel meski harus mengorbankan kuota internet (kecuali pengguna internet langganan). Semoga postingan ini bisa menjadi solusi pemecahan masalah bagi kamu yang bernasib serupa. Wassalam.

9/19/2017

Cara Mengganti Kartu ATM BCA Xpresi

Sejak pertama kali membuatnya, tak pernah terpikir bahwa kartu ATM saya akan rusak. Tapi yang namanya benda pasti ada masa rusaknya, entah itu karena sering dipakai atau karena suatu sebab keteledoran pemiliknya.

Kerusakan pada kartu ATM saya sepertinya akibat keteledoran. Mungkin karena ditaruh dalam dompet, jadi secara tidak sengaja sering didudukin, walhasil kartu ATM-nya retak menjurus patah. Lagi pula selain retak, kartu ATM saya sudah lusuh, lapisan pelindungnya terkelupas atau dalam bahasa Republik Ceko disebut "moletek".

Hal tersebut membuat saya ragu untuk bertransaksi lewat mesin ATM karena khawatir terjadi sesuatu, kartu nyangkut atau tertelan mesin misalnya.

Dari pada terus dirundung keraguan, saya memutuskan pergi ke Bank untuk mengganti kartu ATM. Kartu ATM saya adalah Tahapan BCA Xpresi, itu lho Tahapan BCA tanpa buku tabungan (kartu ATM Only) yang desain gambar kartunya bisa milih sendiri, dan tentunya memiliki batasan-batasan tertentu dibanding Tahapan BCA Silver atau di atasnya. Maklum saja sih, setoran awalnya saja cuma Rp 50.000.

Sebenarnya bukan sengaja ke Bank ding, tapi sekalian ada urusan di daerah Jl. Ahmad Yani a.k.a Cicadas-Bandung, kebetulan dulu saya buka Tahapan Xpresi juga di BCA Ahmad Yani.

Sekira pukul 11.00 saya tiba di Bank, seperti biasa ketika masuk gedung langsung disambut Security. Pertama Security penjaga metal detector, kedua Security yang ada di dalam yang bertugas membantu customer dalam mengambil antrean.

Security (SC) : "Selamat siang pak!"
Saya (SY) : "(Saya balas dengan senyum saja)"
SC : "Bisa dibantu?"
SY : "Mau ganti kartu ATM"
SC : "KTP-nya dibawa?"
SY : "Iya"
SC : "Silakan antre di CS sebelah kiri pak, tiga antrean lagi", sambil memberikan karcis antrean seraya menunjukkan tangan ke mana saya harus pergi.

Dari percakapan singkat di atas, sudah ketahuan bahwa syarat ganti kartu ATM cuma KTP doang.

Ketika menunggu giliran, saya didatangi Teteh cantik yang bertugas membantu customer agar transaksi berjalan lancar. Beliau cuma meminjam kartu ATM, KTP, dan nomor ponsel untuk mengisi data pada selembar form. Katanya nanti tinggal kasih kertas berisi data tersebut dan saya tinggal pilih motif kartunya.

(Saya kurang tahu, apakah fasilitas bantuan ini ada di tiap Bank atau hanya di cabang utama saja.)

Setelah menunggu beberapa saat, giliran saya pun tiba. Sebagaimana umumnya, sang CS (Customer Service) melontarkan sapaan hangat. Awas jangan baper!

Seperti kata Teteh yang bantu di awal, saya tinggal menyerahkan form yang tadi sudah diisi, beserta KTP tentunya. Lalu CS memberitahukan bahwa biaya penggantian kartu ATM adalah Rp 25.000 yang akan dipotong langsung dari saldo ATM. Setelah CS-nya cek ini itu, saya diminta membubuhkan tandatangan dalam form sebanyak 2 kali.

Selanjutnya diperlihatkanlah melalui layar komputer, berbagai desain kartu yang nantinya harus kita pilih salah satu. Tinggal pilih saja, jangan dibikin ribet. Jika kita sudah memilih, tibalah proses pembuatan kartu ATM. Sang CS menyalakan stopwatch seraya sesumbar bahwa pembuatan kartu ATM tak akan memakan waktu lebih dari 10 menit.

Pada tahap menunggu ini jangan salting ya, biasanya CS suka ngajak ngobrol. Atau biasanya di meja CS tersedia permen dan air mineral untuk customer, nah nikmati saja sajian itu (jangan nawar).

Tak berselang lama (rasanya belum sampai 5 menit) kartu ATM pun tiba di meja. Meski tak ingat betul detailnya, saya ingat bahwa kartu ATM digesek ke sebuah alat lalu saya diminta memasukkan pin ATM 2 kali, dan membubuhkan tandatangan di bagian belakang kartu.

"Pak, kartu ATM-nya sudah bisa langsung digunakan, begitu juga dengan M-Banking dan Internet Banking. Kartu yang lama saya gunting ya? Pakai gunting rumput."

Begitulah kira-kira ucapan CS, yang tentunya sudah saya tambahkan bumbu yang tak penting di bagian akhir.

Cara Mengganti Kartu ATM Tahapan BCA Xpresi
Kartu ATM Tahapan BCA Xpresi - Dok. Pribadi

Kartu ATM baru beserta KTP pun saya terima sebagai tanda cintamu padaku transaksi selesai. CS pun memperlihatkan stopwatch yang tadi, dan ternyata ucapannya terbukti bahwa transaksi berlangsung tak lebih dari 10 menit, malah hanya 6 menit saja.

Terakhir saya diminta memijit satu dari 4 tombol penilaian, mulai dari tidak memuaskan hingga sangat memuaskan. Dan saya memijit tombol #%$@&*%+*&$%.

Keluarlah saya dari gedung Bank untuk selanjutnya pergi ke mesin ATM dengan tujuan memeriksa apakah benar kartu ATM baru tersebut langsung tokcer. Dan ternyata memang langsung bisa digunakan. Puja CS ajaib.

Begitulah kiranya cara mengganti kartu ATM BCA Xpresi sesuai pengalaman saya. Entah untuk Tahapan BCA lainnya apakah prosedurnya sama atau tidak, begitu pun cara ganti kartu ATM di Bank lain saya kurang tahu. Semoga postingan ini ada faedahnya. Wassalam.

9/02/2017

Nasi Instan, Rasa yang Pernah Ada

Suatu hari ada demo masak di kantor RW, suasana kala itu cukup berjejal. Mayoritas hadirin adalah ibu-ibu dan anak-anak, dan tentunya saya termasuk golongan anak-anak, karena demo masak tersebut diadakan sekira belasan tahun lalu, ketika usia saya antara usia anak belum sekolah atau baru masuk SD, lupa, dengan alasan itu pula tulisan ini saya sajikan seingatnya saja :D

Kabar burung mengatakan bahwa demo masak tersebut adalah dalam rangka mempromosikan produk baru berupa nasi instan, yang cukup dengan diseduh bisa langsung matang. Cukup menarik, apa lagi demo masak tersebut terbilang megah dan langsung berkoordinasi dengan pihak RW. Produk yang didemonstrasikan adalah Tara Nasiku. Ada yang masih ingat?

Mungkin anak generasi kekinian kurang familiar dengan produk yang satu ini, karena memang produk ini sudah sulit dijumpai di pasaran, atau mungkin malah sudah tidak ada. Jelasnya produk ini pernah benar-benar ada dan tersebar di pasaran, sampai akhirnya tenggelam ditelan jaman.

Seperti halnya mie instan, nasi instan pun memiliki varian rasa. Yang saya ingat ada rasa nasi goreng dan nasi kuning. Saya pernah merasakan keduanya, karena pada demo masak yang saya hadiri belasan tahun lalu itu, hadirin diperkenankan mencicipi nasi instan yang telah matang. Masing-masing mendapat satu wadah kecil, sejenis cangkir plastik putih untuk wadah es puter.

Terlepas dari pernah ada atau tidaknya produk serupa sebelumnya, mengenai inovasi, produk ini layak diacungi jempol karena berani menggebrak pasar makanan instan. Mengingat produk mie masih merajai dunia perinstanan di Indonesia. Mungkin produsen nasi instan berpikir, karena makanan pokok rakyat Indonesia adalah nasi, maka besar kemungkinan produk mereka akan mudah merebut hati masyarakat. Sayangnya kenyataan tak demikian, karena soal rasa, memang belum bisa mengalahkan dominasi produk mie dalam jajaran makanan instan.

Kesan pertama saya terhadap nasi instan yang satu ini adalah AMBYARRRRR... Untuk ukuran "nasi goreng" rasanya kurang cocok di lidah saya. Meskipun demikian saya tak kapok untuk merasakan nasi dengan rasa yang lain. Karena ketua RW-nya tetangga saya, jadi saya minta lagi yang rasa nasi kuning, lewat jalur nir-antre tentunya. Dan kesan saya dengan rasa yang kedua adalah..... SAMA SAJAAAAA... Kurang berkenan sekujur badan, kecuali ketika darurat boleh lah.

Kala itu adalah pengalaman pertama dan terakhir saya mencicipi nasi instan. Meskipun produk tersebut sudah tersebar di pasaran, serta bermunculan produk serupa dari produsen yang berbeda, saya tidak pernah lagi membeli dan mencicipi nasi instan. Mungkin semacam kapok, trauma, atau tak punya duit.

Seiring dengan waktu, produk nasi instan, entah itu Tara Nasiku atau produk lainnya semakin sulit ditemui di pasaran. Mungkin rasa yang saya rasakan tempo hari juga dirasakan oleh hadirin lain dan masyarakat umum yang membeli produk tersebut di luaran.

Dalam rangka nostalgia dan melengkapi postingan ini, saya coba searching di internet mengenai nasib dari produk Tara Nasiku. Dan ternyata cukup sulit untuk mencari bukti-bukti otentik produk ini, yang bermunculan malah nasi instan dari produsen lain, termasuk yang paling populer adalah Nasi Instan GarudaFood. Hanya saja saya menemukan sebuah rilis dari laman Slideshare dengan nama akun samerdanta sinulingga, terpercaya sih sepertinya. Kurang lebih isinya seperti berikut :

Kisah Gagalnya Tara Nasiku

Produk nasi instan ini diluncurkan dengan harapan agar mampu menjadi makanan instan pengganti makanan pokok seperti halnya sukses mie instan. Logikanya cukup masuk akal, nasi adalah makanan pokok sebagian besar orang Indonesia,bila ada nasi instan maka akan besar kemungkinan produknya akan diserap dengan baik oleh pasar. maka Tara Nasiku pun diluncurkan dengan didukung marketing communication yang luar biasa besar. Tapi produk itu gagal. Awalnya banyak orang mencoba Tara Nasiku, namu  itu rupanya hanya first trial semata. Kelemahan Tara Nasiku yang mencolok adalah untuk menghasilkan nasi instan yang optimal, maka mesti dimasak dengan teflon, hal inilah yang cukup menyulitkan konsumennya. Selain itu, rasa Tara Nasiku kurang berkenan di lidah kita. pada intinya, ekspektasi akan rasa dan "instan" dari iklan Tara Nasiku ternyata tidak dipenuhi.

Gagalnya Tara Nasiku, nasi instan

Berkaca dari beberapa paragraf di atas, saya mendapat pelajaran bahwa tak semua inovasi dapat diterima semua kalangan, menembus batas-batas ruang.

Kesan pertama dari sebuah hal akan memengaruhi kesan pada hal serupa lainnya, meski terjadi dalam ruang dan waktu yang berbeda, kita akan cenderung membanding-bandingkannya.

Wassalam.

8/14/2017

Ambigu Makna Generasi 90-an

Acap kali kita melihat dan mendengar istilah generasi 90-an. Di artikel-artikel, gambar meme, dan di forum-forum daring. Meski pun secara kasat istilah tersebut memiliki cakupan luas, namun kita seakan sudah mafhum bahwa yang dimaksud generasi 90-an merujuk pada ranah pergaulan, permainan, makanan, atau pengalaman-pengalaman yang memang lumrah pada masa itu namun dianggap klasik pada masa sekarang.

Generasi 90-an menilai bahwa masa kanak-kanak mereka begitu digdaya ketimbang masa kanak-kanak jaman sekarang yang seakan tak seasyik dan sepenuh makna jaman dahulu. Kemajuan teknologi menjadi kambing hitam ketika anak-anak jaman sekarang lebih asyik hidup di dunia maya ketimbang dunia nyata. Kini sudah jarang ditemui anak-anak yang bermain di lapangan atau halaman rumah, entah itu main bola, main kelereng, petak umpet, dan berbagai permainan seru yang biasa orang Sunda sebut ucing-ucingan.

Generasi 90-an, wartel, minyak tanah, jerigen, gimbot, accu, sd, jurnal rozak
Potret generasi 90an - Dok. Disarikan dari internet

Seperti diketahui banyak memori masa kecil tak terlupakan tahun 90-an hingga awal 2000-an, misalnya disuruh Emak beli minyak tanah ke warung, nonton tayangan kartun di hari Minggu, banyaknya acara TV khusus anak, rame-rame ucing-ucingan di buruan (ucing udag, ucing sumput, ucing jibeh, ucing bangun tidur, ucing sendal, ucing prin, ucing garong, dan ucing-ucing lainnya), di sekolah ada mamang penyewaan gimbot (gimbotnya disambung ke accu), main gambar BP, main gambar gosok, tukeran biodata yang ditulis di kertas binder (yang pernah pasti tau arti makes dan mikes), dan segudang memori lainnya.

Setiap manusia hidup mengikuti jamannya, mereka yang menyebut diri sebagai bagian dari generasi 90-an menganggap pergaulan anak-anak masa kini cukup miris, dan lebih terbuai dengan kecanggihan gadget. Meski tak sepenuhnya benar, anggapan tersebut tak bisa dianggap salah juga jika anak-anak jaman sekarang terus dicekoki tontonan yang tak etis, dan (sepertinya telah) kebablasan dalam menyikapi perkembangan teknologi.

Baca Juga : Bermacam Jenis Pensil Waktu SD

Setelah kita (atau saya sendiri?) mencoba menafsirkan maksud generasi 90-an, muncullah polemik, karena maksud dari generasi 90-an itu sendiri menimbulkan keambiguan. Apakah istilah tersebut merujuk pada anak yang masa permainannya di tahun 90-an (berarti kelahiran tahun 1980-1989), atau merujuk pada mereka (saya juga) yang lahir antara tahun 1990-1999.

Anak yang lahir di awal tahun 90-an masih memungkinkan merasakan gaulnya mereka yang lahir tahun 80-an. Namun bagi yang lahir di akhir 90-an tentu mereka menghabiskan era 90-an dalam masa balita, dan baru merasakan pergaulan di era millenium. Dalam kasus ini kedua kubu saling klaim bahwa mereka bagian dari generasi 90-an yang klasik tapi asyik, bukan bagian dari generasi kekinian yang canggih namun seakan miris.

Generasi 90-an, ambigu makna, maissy ci luk ba, tatang s, komik horror, jurnal rozak, petruk gareng
Potret generasi 90an - Dok. Disarikan dari internet

Saya sendiri kelahiran awal 90-an, namun saya turut merasakan apa yang disebut memori 90-an, ikut mengalami jajanan serba murah, dikasih bekal sekolah sebesar Rp 200 sudah senang (jaman itu seporsi Pempek dan Cuanki masih seharga Rp 500), mengetahui fenomenalnya Wartel, pernah tergoda kecentilan Maissy Ci Luk Ba, sempat menikmati komik-komik horror berfaedah karya Tatang S, mengenal mitos-mitos konyol (tiga yang terkonyol adalah ada mister gepeng di toilet sekolah, ibu bakal meninggal kalau pensil udah sepanjang kelingking tapi ga dibuang, kelas kamu bekas Rumah Sakit Belanda). Jadi apakah saya yang kelahiran 90-an ini masih layak disebut generasi 90-an?

Klaim meng klaim mengenai keambiguan makna ini memang bukanlah hal yang terlalu penting dan genting, yang keadaannya bakal mengancam keutuhan NKRI. Hanya saja hati ini tergelitik, jiwa raga terpanggil untuk mengamalkan amar ma'ruf nahyi munkar (aslina teu nyambung).

Jadi, kalau sudah seperti ini, siapa yang benar? siapa yang salah? Apakah kubu kelahiran 80-an yang mengalami masa-masa permainan di era 90-an? Ataukah generasi 90-an yang kebanyakan masa permainannya berada di era 2000-an? Jawaban yang aman untuk pertanyaan barusan adalah, kita kembali pada persepsi masing-masing. Karena seru menurut saya belum tentu seru menurut kamu, asyiknya saya belum tentu asyiknya kamu, dan tiap jaman memiliki keasyikannya sendiri-sendiri. Maka dari itu asyikin aja say!

Sekian pemaparan dari Pak Dosen, jika ada yang mau menambahkan sila suarakan di kolom komentar. Kritik dan saran segera hubungi dokter, karena Senin harga naik. Wassalam.

7/21/2017

GBLA dan Secebis Memori yang Ada

Jumat lalu ada pertandingan Timnas U-19 vs RCD Espanyol B di stadion Gelora Bandung lautan Api (GBLA), dan saya nonton di sana langsung bersama ribuan pasang mata penikmat sepakbola, tukang bala-bala, tukang cilok, tukang cangcimen, dan tukang lainnya. Memang kalau ada pertandingan, stadion yang setiap hari sepi mendadak berubah layaknya pasar kaget.

GBLA dan Secebis Memori yang Ada, gelora bla, gelora bandung lautan api, stadium, persib bandung, timnas indonesia
Pagi-pagi di Gelora Bandung Lautan Api - Dok. Pribadi
Saya memang suka nonton bola, tapi terbilang jarang nonton langsung di stadion. Jadi maaf dan harap maklum kalau saya terlihat norak 😀

Ini kali pertama saya nonton pertandingan di GBLA, tapi bukan debut saya main ke GBLA. Saya sering ke GBLA meski hanya main biasa, momotoran, popotoan, ngan henteu ari bobogohan mah. Tapi dulu saya pernah menjadikan GBLA sebagai alasan biar bisa membonceng manehna yang hendak berangkat ngajar di sekolah dekat sana, padahal kalau dipikir-pikir mau apa ke stadion GBLA pagi-pagi buta? Ucing oge belekan keneh #meureun

Bukan niat dari awal mau nonton langsung sih, kebetulan stadionnya lumayan dekat rumah, dan kebetulan juga ada yang ngasih tiket gratisan. Sang empunya tiket adalah teman saya, perempuan, suka Persib, idaman Bobotoh sepertinya 😜

timnas indonesia, gbla, gelora bandung lautan api, stadium, gelora bla, supporter, bobotoh
Karena dikasih beberapa tiket, saya pun membawa serta pasukan, antara lain Adit (keponakan), Aji (tetangga yang lumayan gibol), dan Kang Wisnu (pernah satu tempat kerja, kini jadi teman duel PES). Sebenarnya jumlah tiket di tangan masih tersisa, pikir saya tadinya mau ngajak anak dan istri, tapi saya baru sadar bahwa belum punya keduanya.

Meskipun TKP lumayan dekat rumah dan kick-offnya malam, saya berangkat dari rumah ba'da Ashar. Kalau Persib yang main biasanya dari siang stadion sudah ramai, dan tidak menutup kemungkinan berlaku juga pada laga kali ini.

Namun prediksi saya salah, sampai di sana suasana sekitar stadion masih lengang. Selain petugas kepolisian dan pedagang atribut Timnas, belum banyak supporter yang hadir. Saya pun memutuskan untuk berkeliling mengitari hatimu dan berakhir nongkrong di salah satu lapak tukang jersey (yang akhirnya saya beli juga jerseynya dengan harga nego Afgan a.k.a sadis).

Sekira jam lima sore saya masuk stadion, dan "Astagfirullah..... loba runtah...". Sayang banget stadion semegah ini dalemannya seperti tidak terurus. Padahal bagian stadion yang terkamera terlihat oke, kursi penontonnya sudah single seat dan tip-up (istilah hasil googling), papan skor sudah digital seperti di pildun versi Captain Tsubasa. Lapangan keliatannya juga mantep, sampai ada air mancurnya (lets play video barang bukti above this paragraph).


Apa memang tidak ada petugas kebersihannya? Rasanya tidak mungkin. Atau ini sampah sisa penonton laga Persib vs Persela yang belum lama digelar di stadion ini? Sehingga bebersihnya nanti dirapel? Bisa jadi. Yang jelas pemandangan kala itu sedikit mengganggu.

GBLA Bersampah, sampah, gbla, runtah
Salah satu titik stadion yang diseraki sampah - Dok. pribadi 

Batur: Eh malah komen, bersihin sama lu!
Urang: Hadewh, ya kali urang kudu nyapu saGBLA... Minimal dengan tidak menambah jumlah sampah, itu sudah cukup Lur.

Di luar masalah sampah, stadion ini memiliki fasilitas mushola untuk dipergunakan semestinya. Hanya saja ukurannya kurang memadai, sehingga seringkali terjadi antrean untuk melaksanakan shalat.

Kembali ke Timnas. Menurut saya laga Timnas U-19 vs RCD Espanyol B berjalan seimbang, meski saya harus jujur bahwa sentuhan-sentuhan manja para pemain Espanyol lebih mengalir. Fakta tersebut pun tak menyalahi hasil akhir untuk kemenangan Espanyol dengan skor 4-2.

Rasa kecewa tentu ada, namun ini bukanlah akhir dari segalanya. Kita harus percaya diri. Hari ini boleh kalah, besok pasti tidak akan kalah, karena besok tidak bertanding. Keep Fight Garuda!!!

Untuk pihak yang berwenang mengelola GBLA, saya harap bisa benar-benar mengelolanya seperti dia, namanya Malika, kedelai hitam yang dibesarkan sepenuh hati, seperti anak sendiri.

Usai pertandingan saya langsung pulang tanpa nyapukeun GBLA terlebih dahulu. Saya pun tak berniat untuk ngupi-ngupi dulu di warung Entin, selain sieun diseuseulan mamah, juga karena warung Entin kan jauh ada di Ciraos. Begitulah akhir kisah ini, mudah-mudahan ada yang ngasih tiket gratisan lagi di lain hari. Wassalam.

*NOTE: Kurang dari seminggu setelah pertandingan ini, GBLA diisukan menjadi target "teroris". Duka target naon tah. Ari ceuk saya mah, jigana si teroris teh marketing motor nu dek sebar brosur, ngudag target.

4/23/2017

Kisah Kembara Bermula

Udara segar menjabat ramah, ketika kami turun dari bus rombongan. Sang kaki resmi menginjak wewengkon Panjalu, tempat yang kelak akan menjejali memori dengan segudang kenangan, meski rencananya kami akan berada di sini hanya empat-lima mingguan.

Raut kantuk masih terpelihara karena kami berangkat dari Bandung sejak pagi buta, kira-kira pukul tiga, golden time untuk tidur, selain juga untuk beribadah bagi mereka yang soleh dan solehah.

Maung Bodas Borosngora, Maung Panjalu
Maung Bodas di Taman Borosngora - Doc.beritajadisatu.blogspot.com

Pijakan pertama kami adalah selasar Alun-alun Panjalu yang lebih dikenal dengan Taman Borosngora, tepat depan gerbang yang di kiri-kanannya terdapat patung Maung Bodas (macan putih). Melongok ke area dalam alun-alun sejatinya tak ada yang terlalu istimewa, sebagaimana alun-alun pada umumnya berupa lapangan luas yang dibentengi beberapa pohon besar di sekelilingnya.

Meskipun begitu, tempat baru selalu memiliki daya tarik tersendiri, sehingga beberapa dari kami cukup antusias berfoto ria, baik itu swafoto atau pun bersama-sama.

Tak lama kemudian, teman-teman lain yang tiba sejak hari kemarin menghampiri kami. Saya tak ingat betul apa yang kami lakukan dan apa yang terjadi pada kami setelah itu, selain tragedi nasi kotak saya yang ketinggalan di dalam bus.

Nanti kalau sudah ingat kisah lanjutannya, akan saya bejerbeaskeun nya. Tapi tidak janji, susuganan we ieu mah.

"Terkadang manusia lupa pada janjinya. Karenanya, terhadap janji saja kadang lupa, bagaimana terhadap sesuatu yang tidak dijanjikan? Apalagi kalau cuma dianggap candaan. Namun, sayangnya ini tidak dapat dijadikan alat pembenaran...hihihi"

3/13/2017

Jalur Penerimaan Maba UIN Bandung 2017

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi favorit para calon mahasiswa. Selain karena biaya kuliah yang relatif terjangkau, juga karena UIN SGD Bandung tidak hanya bermaterikan jurusan keagamaan saja, melainkan jurusan-jurusan disiplin ilmu umum pun tersedia.

Maka tak salah jika mahasiswa yang kuliah di UIN Bandung tidak hanya berasal dari Jawa Barat, melainkan dari seluruh Indonesia, selain itu banyak pula yang berasal dari regional Asia Tenggara, diantaranya yang terbanyak adalah dari Malaysia dan Thailand. Bahkan ada juga mahasiswa yang berasal dari Afrika meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Jalur Penerimaan Maba UIN Bandung 2017, lecture hall uin bandung
Gedung Lecture Hall UIN Bandung - Dok. Pribadi

Kajian mata kuliah di UIN Bandung secara umum tak jauh berbeda dengan kajian mata kuliah di kampus-kampus lain. Bedanya, ketika kamu memilih UIN Bandung, maka jurusan apa pun yang kamu pilih, baik bermuatan agama maupun umum, jangan harap bisa lepas dari mata kuliah keagamaan. Karena sesuai motto-nya "wahyu menuntun ilmu", sebab ilmu tanpa agama akan terasa hambar, lebih hambar dari pada dangdut tanpa goyang 😁

Misalnya kamu memilih jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik, kamu akan tetap bertemu dengan mata kuliah Fiqih, Ilmu Hadits, Bahasa Arab, Tasawuf, Ilmu Tauhid, dan sebagainya. Meskipun begitu, intensitas kajian mata kuliah keagamaan pada jurusan atau prodi umum tidak begitu mendalam, kebanyakan hanya di semester awal hingga mendekati semester akhir mata kuliah keagamaan akan semakin berkurang jumlahnya.

Maksud saya bercerita di awal begini hanya spoiler saja, sebelum kamu membaca informasi mengenai jalur Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2017 berikut :

Jalur PMB UIN Bandung 2017

1. SNMPTN

Jalur seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Info selengkapnya silakan akses situs snmptn.ac.id.

2. SBMPTN

Jalus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Info selengkapnya silakan akses situs sbmptn.ac.id.
3. SPAN-PTKIN

Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Info Selengkapnya silakan akses situs span-ptkin.ac.id.

4. UM-PTKIN

Jalur Ujian Masuk - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Info Selengkapnya silakan akses situs um-ptkin.ac.id.

5. PMB Mandiri UIN SGD Bandung


PMB Jalur Mandiri UIN SGD Bandung merupakan pola seleksi yang dilaksanakan UIN SGD Bandung secara mandiri melalui Computer Based Testing (CBT), dan diatur panitian pelaksana yang ditetapkan oleh Rektor UIN SGD Bandung.

Persyaratan Pendaftaran PMB Mandiri

  • Berijazah SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu'adalah
  • Khusus bagi calon peserta lulusan Paket C, harus menyerahkan raport tiga tahun terakhir (diserahkan pada saat akan ujian PMB ke panitia).
  • Lulusan tahun 2017 sekurang-kurangnya telah memiliki surat keterangan lulus dari kepala sekolah/madrasah yang dilengkapi pas foto yang dibubuhi cap sekolah/madrasah.

Alur PMB Mandiri UIN SGD Bandung 2017

2-22 Juni 2017

  • Calon mahasiswa melakukan pra-daftar online di website pmb.uinsgd.ac.id/pradaftar untuk mendapatkan kode pembayaran dan password yang akan dikirim ke email calon mahasiswa (email harus aktif).
  • Calon mahasiswa melakukan pembayaran uang pendaftaran rp. 250.000,- pada Bank BRI Syariah yang terdekat dengan menyebutkan kode pembayaran. seluruh persyaratan termasuk uang pendaftaran tidak dapat ditarik kembali.
  • Calon mahasiswa melakukan pendaftaran online pada website pmb.uinsgd.ac.id/daftar dengan melakukan login, kemudian melengkapi biodata dan mencetak kartu ujian.

11-20 Juli 2017

Calon mahasiswa melakukan ujian mandiri Computer Based Testing (CBT), login dengan menggunakan username dan password yang telah ditentukan.

26 Juli 2017

Pengumuman kelulusan dapat dilihat pada media cetak dan media online pmb.uinsgd.ac.id

26-27 Juli 2017


Melakukan verifikasi dan pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lulus.

1-4 Agustus 2017

Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa jalur PMB Mandiri.

08-16 agustus 2017

Pengembalian berkas registrasi dan biodata dari semua jalur PMB.

Info selengkapnya silakan hubungi pihak terkait. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1 (gedungnya terletak di sebelah utara Masjid Iqomah UIN Bandung).

*JALUR KHUSUS

Jalur Khusus merupakan jalur penerimaan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Quran minimal 5 Juz dan yang memiliki prestasi di bidang seni, olahraga, atau yang lainnya minimal tingkat regional (Kota/Kabupaten).

Ujian/Seleksi jalur khusus dilaksanakan tersendiri. Info selengkapnya bisa menghubungi Panitia PMB Mandiri UIN SGD Bandung. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1.

Berikut daftar Fakultas, Jurusan, dan Program Studi (Prodi) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung :

1. Fakultas Ushuluddin

101. Aqidah dan Filsafat Islam
102. Studi Agama-Agama
103. Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
104. Tasawuf dan Psikoterapi
105. Ilmu Hadits

2. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

201. Manajemen pendidikan islam
202. Pendidikan Agama Islam
203. Pendidikan Bahasa Arab
204. Pendidikan Bahasa inggris
205. Pendidikan Matematik
206. Pendidikan Biologi
207. Pendidikan Fisika
208. Pendidikan kimia
209. Pendidikan Guru MI (PGMI)
210. Pendidikan Islam Anak Usia Dini

3. Fakultas Syariah dan Hukum

301. Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
302. hukum Ekonomi Syari'ah (Muamalah)
303. Hukum tata Negara (Siyasah)
304. Perbandingan Madzhab dan Hukum
305. Ilmu Hukum
306. hukum Pidana islam
307. Manajemen Keuangan Syari'ah
921. Akuntansi Syari'ah
922. Ekonomi Syari'ah

4. Fakultas Dakwah dan Komunikasi

401. Bimbingan Penyuluhan Islam
402. Komunikasi Penyiaran Islam
403. Manajemen Dakwah
404. Pengembangan Masyarakat Islam
405. Ilmu Komunikasi Jurnalistik
406. Ilmu Komunikasi Humas

5. Fakultas Adab dan Humaniora

501. Sejarah Peradaban Islam
502. Bahasa dan Sastra Arab
503. Sastra Inggris

6. Fakultas Psikologi


600. Psikologi

7. Fakultas Sains dan Teknologi

701. Matematika
702. Biologi
703. Fisika
704. Kimia
705. Teknik Informatika
706. Agroteknologi
707. Teknik Elektro

8. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

801. Administrasi Negara
802. Manajemen
803. Sosiologi

Segala bentuk informasi di atas adalah berdasarkan sumber dari situs uinsgd.ac.id dan brosur yang dapat diunduh melalui link berikut :

Brosur hlm. 7-8

Karena dalam hal ini saya bukan pihak yang berwenang, informasi selengkapnya mengenai pmb uin bandung 2017 harap menghubungi pihak terkait yang langsung berhubungan dengan pmb. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1 (gedung lecture hall terletak di sebelah utara Masjid Iqomah UIN Bandung).

Semoga informasi dalam postingan ini dapat membantu, dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Wassalam.