8/14/2017

Ambigu Makna Generasi 90-an

Acap kali kita melihat dan mendengar istilah generasi 90-an. Di artikel-artikel, gambar meme, dan di forum-forum daring. Meski pun secara kasat istilah tersebut memiliki cakupan luas, namun kita seakan sudah mafhum bahwa yang dimaksud generasi 90-an merujuk pada ranah pergaulan, permainan, makanan, atau pengalaman-pengalaman yang memang lumrah pada masa itu namun dianggap klasik pada masa sekarang.

Generasi 90-an menilai bahwa masa kanak-kanak mereka begitu digdaya ketimbang masa kanak-kanak jaman sekarang yang seakan tak seasyik dan sepenuh makna jaman dahulu. Kemajuan teknologi menjadi kambing hitam ketika anak-anak jaman sekarang lebih asyik hidup di dunia maya ketimbang dunia nyata. Kini sudah jarang ditemui anak-anak yang bermain di lapangan atau halaman rumah, entah itu main bola, main kelereng, petak umpet, dan berbagai permainan seru yang biasa orang Sunda sebut ucing-ucingan.

Generasi 90-an, wartel, minyak tanah, jerigen, gimbot, accu, sd, jurnal rozak
Potret generasi 90an - Dok. Disarikan dari internet

Seperti diketahui banyak memori masa kecil tak terlupakan tahun 90-an hingga awal 2000-an, misalnya disuruh Emak beli minyak tanah ke warung, nonton tayangan kartun di hari Minggu, banyaknya acara TV khusus anak, rame-rame ucing-ucingan di buruan (ucing udag, ucing sumput, ucing jibeh, ucing bangun tidur, ucing sendal, ucing prin, ucing garong, dan ucing-ucing lainnya), di sekolah ada mamang penyewaan gimbot (gimbotnya disambung ke accu), main gambar BP, main gambar gosok, tukeran biodata yang ditulis di kertas binder (yang pernah pasti tau arti makes dan mikes), dan segudang memori lainnya.

Setiap manusia hidup mengikuti jamannya, mereka yang menyebut diri sebagai bagian dari generasi 90-an menganggap pergaulan anak-anak masa kini cukup miris, dan lebih terbuai dengan kecanggihan gadget. Meski tak sepenuhnya benar, anggapan tersebut tak bisa dianggap salah juga jika anak-anak jaman sekarang terus dicekoki tontonan yang tak etis, dan (sepertinya telah) kebablasan dalam menyikapi perkembangan teknologi.

Baca Juga : Bermacam Jenis Pensil Waktu SD

Setelah kita (atau saya sendiri?) mencoba menafsirkan maksud generasi 90-an, muncullah polemik, karena maksud dari generasi 90-an itu sendiri menimbulkan keambiguan. Apakah istilah tersebut merujuk pada anak yang masa permainannya di tahun 90-an (berarti kelahiran tahun 1980-1989), atau merujuk pada mereka (saya juga) yang lahir antara tahun 1990-1999.

Anak yang lahir di awal tahun 90-an masih memungkinkan merasakan gaulnya mereka yang lahir tahun 80-an. Namun bagi yang lahir di akhir 90-an tentu mereka menghabiskan era 90-an dalam masa balita, dan baru merasakan pergaulan di era millenium. Dalam kasus ini kedua kubu saling klaim bahwa mereka bagian dari generasi 90-an yang klasik tapi asyik, bukan bagian dari generasi kekinian yang canggih namun seakan miris.

Generasi 90-an, ambigu makna, maissy ci luk ba, tatang s, komik horror, jurnal rozak, petruk gareng
Potret generasi 90an - Dok. Disarikan dari internet

Saya sendiri kelahiran awal 90-an, namun saya turut merasakan apa yang disebut memori 90-an, ikut mengalami jajanan serba murah, dikasih bekal sekolah sebesar Rp 200 sudah senang (jaman itu seporsi Pempek dan Cuanki masih seharga Rp 500), mengetahui fenomenalnya Wartel, pernah tergoda kecentilan Maissy Ci Luk Ba, sempat menikmati komik-komik horror berfaedah karya Tatang S, mengenal mitos-mitos konyol (tiga yang terkonyol adalah ada mister gepeng di toilet sekolah, ibu bakal meninggal kalau pensil udah sepanjang kelingking tapi ga dibuang, kelas kamu bekas Rumah Sakit Belanda). Jadi apakah saya yang kelahiran 90-an ini masih layak disebut generasi 90-an?

Klaim meng klaim mengenai keambiguan makna ini memang bukanlah hal yang terlalu penting dan genting, yang keadaannya bakal mengancam keutuhan NKRI. Hanya saja hati ini tergelitik, jiwa raga terpanggil untuk mengamalkan amar ma'ruf nahyi munkar (aslina teu nyambung).

Jadi, kalau sudah seperti ini, siapa yang benar? siapa yang salah? Apakah kubu kelahiran 80-an yang mengalami masa-masa permainan di era 90-an? Ataukah generasi 90-an yang kebanyakan masa permainannya berada di era 2000-an? Jawaban yang aman untuk pertanyaan barusan adalah, kita kembali pada persepsi masing-masing. Karena seru menurut saya belum tentu seru menurut kamu, asyiknya saya belum tentu asyiknya kamu, dan tiap jaman memiliki keasyikannya sendiri-sendiri. Maka dari itu asyikin aja say!

Sekian pemaparan dari Pak Dosen, jika ada yang mau menambahkan sila suarakan di kolom komentar. Kritik dan saran segera hubungi dokter, karena Senin harga naik. Wassalam.

7/21/2017

GBLA dan Secebis Memori yang Ada

Jumat lalu ada pertandingan Timnas U-19 vs RCD Espanyol B di stadion Gelora Bandung lautan Api (GBLA), dan saya nonton di sana langsung bersama ribuan pasang mata penikmat sepakbola, tukang bala-bala, tukang cilok, tukang cangcimen, dan tukang lainnya. Memang kalau ada pertandingan, stadion yang setiap hari sepi mendadak berubah layaknya pasar kaget.

GBLA dan Secebis Memori yang Ada, gelora bla, gelora bandung lautan api, stadium, persib bandung, timnas indonesia
Pagi-pagi di Gelora Bandung Lautan Api - Dok. Pribadi
Saya memang suka nonton bola, tapi terbilang jarang nonton langsung di stadion. Jadi maaf dan harap maklum kalau saya terlihat norak 😀

Ini kali pertama saya nonton pertandingan di GBLA, tapi bukan debut saya main ke GBLA. Saya sering ke GBLA meski hanya main biasa, momotoran, popotoan, ngan henteu ari bobogohan mah. Tapi dulu saya pernah menjadikan GBLA sebagai alasan biar bisa membonceng manehna yang hendak berangkat ngajar di sekolah dekat sana, padahal kalau dipikir-pikir mau apa ke stadion GBLA pagi-pagi buta? Ucing oge belekan keneh #meureun

Bukan niat dari awal mau nonton langsung sih, kebetulan stadionnya lumayan dekat rumah, dan kebetulan juga ada yang ngasih tiket gratisan. Sang empunya tiket adalah teman saya, perempuan, suka Persib, idaman Bobotoh sepertinya 😜

timnas indonesia, gbla, gelora bandung lautan api, stadium, gelora bla, supporter, bobotoh
Karena dikasih beberapa tiket, saya pun membawa serta pasukan, antara lain Adit (keponakan), Aji (tetangga yang lumayan gibol), dan Kang Wisnu (pernah satu tempat kerja, kini jadi teman duel PES). Sebenarnya jumlah tiket di tangan masih tersisa, pikir saya tadinya mau ngajak anak dan istri, tapi saya baru sadar bahwa belum punya keduanya.

Meskipun TKP lumayan dekat rumah dan kick-offnya malam, saya berangkat dari rumah ba'da Ashar. Kalau Persib yang main biasanya dari siang stadion sudah ramai, dan tidak menutup kemungkinan berlaku juga pada laga kali ini.

Namun prediksi saya salah, sampai di sana suasana sekitar stadion masih lengang. Selain petugas kepolisian dan pedagang atribut Timnas, belum banyak supporter yang hadir. Saya pun memutuskan untuk berkeliling mengitari hatimu dan berakhir nongkrong di salah satu lapak tukang jersey (yang akhirnya saya beli juga jerseynya dengan harga nego Afgan a.k.a sadis).

Sekira jam lima sore saya masuk stadion, dan "Astagfirullah..... loba runtah...". Sayang banget stadion semegah ini dalemannya seperti tidak terurus. Padahal bagian stadion yang terkamera terlihat oke, kursi penontonnya sudah single seat dan tip-up (istilah hasil googling), papan skor sudah digital seperti di pildun versi Captain Tsubasa. Lapangan keliatannya juga mantep, sampai ada air mancurnya (lets play video barang bukti above this paragraph).


Apa memang tidak ada petugas kebersihannya? Rasanya tidak mungkin. Atau ini sampah sisa penonton laga Persib vs Persela yang belum lama digelar di stadion ini? Sehingga bebersihnya nanti dirapel? Bisa jadi. Yang jelas pemandangan kala itu sedikit mengganggu.

GBLA Bersampah, sampah, gbla, runtah
Salah satu titik stadion yang diseraki sampah - Dok. pribadi 

Batur: Eh malah komen, bersihin sama lu!
Urang: Hadewh, ya kali urang kudu nyapu saGBLA... Minimal dengan tidak menambah jumlah sampah, itu sudah cukup Lur.

Di luar masalah sampah, stadion ini memiliki fasilitas mushola untuk dipergunakan semestinya. Hanya saja ukurannya kurang memadai, sehingga seringkali terjadi antrean untuk melaksanakan shalat.

Kembali ke Timnas. Menurut saya laga Timnas U-19 vs RCD Espanyol B berjalan seimbang, meski saya harus jujur bahwa sentuhan-sentuhan manja para pemain Espanyol lebih mengalir. Fakta tersebut pun tak menyalahi hasil akhir untuk kemenangan Espanyol dengan skor 4-2.

Rasa kecewa tentu ada, namun ini bukanlah akhir dari segalanya. Kita harus percaya diri. Hari ini boleh kalah, besok pasti tidak akan kalah, karena besok tidak bertanding. Keep Fight Garuda!!!

Untuk pihak yang berwenang mengelola GBLA, saya harap bisa benar-benar mengelolanya seperti dia, namanya Malika, kedelai hitam yang dibesarkan sepenuh hati, seperti anak sendiri.

Usai pertandingan saya langsung pulang tanpa nyapukeun GBLA terlebih dahulu. Saya pun tak berniat untuk ngupi-ngupi dulu di warung Entin, selain sieun diseuseulan mamah, juga karena warung Entin kan jauh ada di Ciraos. Begitulah akhir kisah ini, mudah-mudahan ada yang ngasih tiket gratisan lagi di lain hari. Wassalam.

*NOTE: Kurang dari seminggu setelah pertandingan ini, GBLA diisukan menjadi target "teroris". Duka target naon tah. Ari ceuk saya mah, jigana si teroris teh marketing motor nu dek sebar brosur, ngudag target.

4/23/2017

Kisah Kembara Bermula

Udara segar menjabat ramah, ketika kami turun dari bus rombongan. Sang kaki resmi menginjak wewengkon Panjalu, tempat yang kelak akan menjejali memori dengan segudang kenangan, meski rencananya kami akan berada di sini hanya empat-lima mingguan.

Raut kantuk masih terpelihara karena kami berangkat dari Bandung sejak pagi buta, kira-kira pukul tiga, golden time untuk tidur, selain juga untuk beribadah bagi mereka yang soleh dan solehah.

Maung Bodas Borosngora, Maung Panjalu
Maung Bodas di Taman Borosngora - Doc.beritajadisatu.blogspot.com

Pijakan pertama kami adalah selasar Alun-alun Panjalu yang lebih dikenal dengan Taman Borosngora, tepat depan gerbang yang di kiri-kanannya terdapat patung Maung Bodas (macan putih). Melongok ke area dalam alun-alun sejatinya tak ada yang terlalu istimewa, sebagaimana alun-alun pada umumnya berupa lapangan luas yang dibentengi beberapa pohon besar di sekelilingnya.

Meskipun begitu, tempat baru selalu memiliki daya tarik tersendiri, sehingga beberapa dari kami cukup antusias berfoto ria, baik itu swafoto atau pun bersama-sama.

Tak lama kemudian, teman-teman lain yang tiba sejak hari kemarin menghampiri kami. Saya tak ingat betul apa yang kami lakukan dan apa yang terjadi pada kami setelah itu, selain tragedi nasi kotak saya yang ketinggalan di dalam bus.

Nanti kalau sudah ingat kisah lanjutannya, akan saya bejerbeaskeun nya. Tapi tidak janji, susuganan we ieu mah.

"Terkadang manusia lupa pada janjinya. Karenanya, terhadap janji saja kadang lupa, bagaimana terhadap sesuatu yang tidak dijanjikan? Apalagi kalau cuma dianggap candaan. Namun, sayangnya ini tidak dapat dijadikan alat pembenaran...hihihi"

3/13/2017

Jalur Penerimaan Maba UIN Bandung 2017

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi favorit para calon mahasiswa. Selain karena biaya kuliah yang relatif terjangkau, juga karena UIN SGD Bandung tidak hanya bermaterikan jurusan keagamaan saja, melainkan jurusan-jurusan disiplin ilmu umum pun tersedia.

Maka tak salah jika mahasiswa yang kuliah di UIN Bandung tidak hanya berasal dari Jawa Barat, melainkan dari seluruh Indonesia, selain itu banyak pula yang berasal dari regional Asia Tenggara, diantaranya yang terbanyak adalah dari Malaysia dan Thailand. Bahkan ada juga mahasiswa yang berasal dari Afrika meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Jalur Penerimaan Maba UIN Bandung 2017, lecture hall uin bandung
Gedung Lecture Hall UIN Bandung - Dok. Pribadi

Kajian mata kuliah di UIN Bandung secara umum tak jauh berbeda dengan kajian mata kuliah di kampus-kampus lain. Bedanya, ketika kamu memilih UIN Bandung, maka jurusan apa pun yang kamu pilih, baik bermuatan agama maupun umum, jangan harap bisa lepas dari mata kuliah keagamaan. Karena sesuai motto-nya "wahyu menuntun ilmu", sebab ilmu tanpa agama akan terasa hambar, lebih hambar dari pada dangdut tanpa goyang 😁

Misalnya kamu memilih jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik, kamu akan tetap bertemu dengan mata kuliah Fiqih, Ilmu Hadits, Bahasa Arab, Tasawuf, Ilmu Tauhid, dan sebagainya. Meskipun begitu, intensitas kajian mata kuliah keagamaan pada jurusan atau prodi umum tidak begitu mendalam, kebanyakan hanya di semester awal hingga mendekati semester akhir mata kuliah keagamaan akan semakin berkurang jumlahnya.

Maksud saya bercerita di awal begini hanya spoiler saja, sebelum kamu membaca informasi mengenai jalur Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2017 berikut :

Jalur PMB UIN Bandung 2017

1. SNMPTN

Jalur seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Info selengkapnya silakan akses situs snmptn.ac.id.

2. SBMPTN

Jalus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Info selengkapnya silakan akses situs sbmptn.ac.id.
3. SPAN-PTKIN

Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Info Selengkapnya silakan akses situs span-ptkin.ac.id.

4. UM-PTKIN

Jalur Ujian Masuk - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Info Selengkapnya silakan akses situs um-ptkin.ac.id.

5. PMB Mandiri UIN SGD Bandung


PMB Jalur Mandiri UIN SGD Bandung merupakan pola seleksi yang dilaksanakan UIN SGD Bandung secara mandiri melalui Computer Based Testing (CBT), dan diatur panitian pelaksana yang ditetapkan oleh Rektor UIN SGD Bandung.

Persyaratan Pendaftaran PMB Mandiri

  • Berijazah SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu'adalah
  • Khusus bagi calon peserta lulusan Paket C, harus menyerahkan raport tiga tahun terakhir (diserahkan pada saat akan ujian PMB ke panitia).
  • Lulusan tahun 2017 sekurang-kurangnya telah memiliki surat keterangan lulus dari kepala sekolah/madrasah yang dilengkapi pas foto yang dibubuhi cap sekolah/madrasah.

Alur PMB Mandiri UIN SGD Bandung 2017

2-22 Juni 2017

  • Calon mahasiswa melakukan pra-daftar online di website pmb.uinsgd.ac.id/pradaftar untuk mendapatkan kode pembayaran dan password yang akan dikirim ke email calon mahasiswa (email harus aktif).
  • Calon mahasiswa melakukan pembayaran uang pendaftaran rp. 250.000,- pada Bank BRI Syariah yang terdekat dengan menyebutkan kode pembayaran. seluruh persyaratan termasuk uang pendaftaran tidak dapat ditarik kembali.
  • Calon mahasiswa melakukan pendaftaran online pada website pmb.uinsgd.ac.id/daftar dengan melakukan login, kemudian melengkapi biodata dan mencetak kartu ujian.

11-20 Juli 2017

Calon mahasiswa melakukan ujian mandiri Computer Based Testing (CBT), login dengan menggunakan username dan password yang telah ditentukan.

26 Juli 2017

Pengumuman kelulusan dapat dilihat pada media cetak dan media online pmb.uinsgd.ac.id

26-27 Juli 2017


Melakukan verifikasi dan pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lulus.

1-4 Agustus 2017

Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa jalur PMB Mandiri.

08-16 agustus 2017

Pengembalian berkas registrasi dan biodata dari semua jalur PMB.

Info selengkapnya silakan hubungi pihak terkait. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1 (gedungnya terletak di sebelah utara Masjid Iqomah UIN Bandung).

*JALUR KHUSUS

Jalur Khusus merupakan jalur penerimaan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Quran minimal 5 Juz dan yang memiliki prestasi di bidang seni, olahraga, atau yang lainnya minimal tingkat regional (Kota/Kabupaten).

Ujian/Seleksi jalur khusus dilaksanakan tersendiri. Info selengkapnya bisa menghubungi Panitia PMB Mandiri UIN SGD Bandung. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1.

Berikut daftar Fakultas, Jurusan, dan Program Studi (Prodi) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung :

1. Fakultas Ushuluddin

101. Aqidah dan Filsafat Islam
102. Studi Agama-Agama
103. Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
104. Tasawuf dan Psikoterapi
105. Ilmu Hadits

2. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

201. Manajemen pendidikan islam
202. Pendidikan Agama Islam
203. Pendidikan Bahasa Arab
204. Pendidikan Bahasa inggris
205. Pendidikan Matematik
206. Pendidikan Biologi
207. Pendidikan Fisika
208. Pendidikan kimia
209. Pendidikan Guru MI (PGMI)
210. Pendidikan Islam Anak Usia Dini

3. Fakultas Syariah dan Hukum

301. Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
302. hukum Ekonomi Syari'ah (Muamalah)
303. Hukum tata Negara (Siyasah)
304. Perbandingan Madzhab dan Hukum
305. Ilmu Hukum
306. hukum Pidana islam
307. Manajemen Keuangan Syari'ah
921. Akuntansi Syari'ah
922. Ekonomi Syari'ah

4. Fakultas Dakwah dan Komunikasi

401. Bimbingan Penyuluhan Islam
402. Komunikasi Penyiaran Islam
403. Manajemen Dakwah
404. Pengembangan Masyarakat Islam
405. Ilmu Komunikasi Jurnalistik
406. Ilmu Komunikasi Humas

5. Fakultas Adab dan Humaniora

501. Sejarah Peradaban Islam
502. Bahasa dan Sastra Arab
503. Sastra Inggris

6. Fakultas Psikologi


600. Psikologi

7. Fakultas Sains dan Teknologi

701. Matematika
702. Biologi
703. Fisika
704. Kimia
705. Teknik Informatika
706. Agroteknologi
707. Teknik Elektro

8. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

801. Administrasi Negara
802. Manajemen
803. Sosiologi

Segala bentuk informasi di atas adalah berdasarkan sumber dari situs uinsgd.ac.id dan brosur yang dapat diunduh melalui link berikut :

Brosur hlm. 7-8

Karena dalam hal ini saya bukan pihak yang berwenang, informasi selengkapnya mengenai pmb uin bandung 2017 harap menghubungi pihak terkait yang langsung berhubungan dengan pmb. Sekretariat PMB UIN SGD Bandung 2017 berlokasi di Gedung Lecture Hall Lt.1 (gedung lecture hall terletak di sebelah utara Masjid Iqomah UIN Bandung).

Semoga informasi dalam postingan ini dapat membantu, dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Wassalam.

3/06/2017

Tidak Ada Juara Bertahan Tahun Ini

"Juara euy...", masih segar ingatan saya akan teriakan dengan logat Sunda yang khas di akhir pertandingan malam itu. Mungkin di antara kamu juga ada yang berteriak demikian. Karena saat itu Bobotoh saalam dunya gegap gempita merayakan kemenangan Persib Bandung atas Sriwijaya FC di laga final Piala Presiden 2015 yang dihelat di stadion GBK, dan memastikan trophy Piala Presiden jilid pertama diboyong ke Bandung.

Tidak Ada Juara Bertahan Tahun Ini, piala presdien 2017, persib, pbfc

5 Maret 2017, asa juara itu kembali hadir. Meskipun kalah di laga pertama, toh skornya tipis 2-1. Untuk melaju ke babak final Persib cukup memasukkan sebiji gol ke gawang Pesut Etam dengan syarat tidak kebobolan. Tak ada kata mustahil untuk membalas. Bahkan mungkin dengan jumlah gol yang lebih fantastico... galactico... seblak buatanmu numero uno...!

Berbekal satu gol tandang, psywar pendukung lawan, pembakaran jersey Persib, hingga mulut besar Coach Ricky Nelson, laga kedua disinyalir berjalan panas. Dan kata "disinyalir" itu jadi kenyataan, laga hidup mati berjalan dalam tempo tinggi. Saling senggol seakan lumrah, ditambah kepemimpinan wasit yang menurut saya rada aduh-alah.

Akhir babak pertama leg kedua, dominasi permainan Maung Bandung membuat saya bersinyalir lagi bahwa laga akan berjalan mudah pasca rehat. Namun kesinyaliran saya kali ini meleset, siapa sangka skenario pada leg pertama terulang kembali... jawaban apa yang kan kuberi... (jangan sambil nyanyi guys). Tuan rumah unggul, dibalas tim tamu, sebelum akhirnya tuan rumah unggul lagi. Agregat pun imbang 3-3 dan mengharuskan kedua tim menjalani adu tendangan penalti. Sebuah babak yang paling saya tidaksukai, karena hoki lebih andil ketimbang skill dalam babak ini.

Saya pun kembali bersinyalir untuk ketigakalinya. Feeling saya Persib akan kalah. Selain karena faktor pengalaman PBFC dalam adu tendangan penalti, juga ekspresi kiper Persib, I Made Wirawan yang kurang meyakinkan seakan tunduheun. Entah matanya yang emang sipit kali ya? Atau ia sedang akting sebagai Ariel Noah yang sering menyipit-nyipitkan mata? Entahlah. Semoga kesinyaliran yang ini salah.

"Takdir teu beunang dipungkir, kadar teu bisa disinglar, najan pait bari peuheur, teu bisa dikumahakeun... ulah ceurik, tong diceungceurikan..."

Ulah Ceurik - Oon B

Kesinyaliran yang tak diinginkan malah menjadi kenyataan. Persib kalah setelah semua algojo penalti PBFC sukses menyarangkan si kulit bundar ke gawang anak Pak Wirawan (I Made Wirawan). Sedangkan Persib gagal menceploskan bola di penendang ketiga, Kim Jeffrey Kurniawan.

Tapi ini bukan salah Kim, bukan juga salah Coach Djanur. Semua ini salah wasit. Eh bukan ketang, kita tidak boleh menyalahkan wasit meski merasa terdzolimi. Kita, Bobotoh, harus belajar dari Cagub DKI Nomor urut satu, AHY yang secara ksatria dan lapang dada menerima kekalahan.

Meskipun begitu, saya sarankan kepada pihak berwenang untuk meningkatkan kualitas dunia perwasitan dalam negeri. Karena semua penonton, terutama yang nonton di televisi, sudah tahu lah. Jangan jadikan ungkapan "wasit juga manusia, tempat khilaf dan salah" sebagai alasan klasik. Plis atuh euy ini bukan acara wasit show!

Lantas siapa yang salah? Yang salah tetaplah tukang bajigur. Sudah tahu airnya keruh, masih saja diaduk-aduk. Terpujilah wahai tukang bajigur.

Tidak ada juara bertahan tahun ini, itulah ungkapan kesekian saya pasca pertandingan, menyusul ungkapan "ah... euh...", dan ungkapan emosional lainnya. Asa juara benar-benar menjadi asa juara (Asa = Perasaan/Rasa-rasanya #BasaSunda).

Seperti judul lagu band asal Malaysia, New Boyz "Sejarah Mungkin Berulang", mungkin itu pula yang akan menghinggapi Persib Bandung. Persib juara Liga Indonesia pertama, harus menunggu sekian tahun untuk kembali meraihnya. Persib juara Piala Presiden jilid pertama, semoga tidak harus menunggu bertahun-tahun untuk kembali merengkuhnya. Sekarang gagal, tahun depan siapa tahu? Gagal lagi, eh juara maksudnya, itu juga kalau Presidennya masih ada, eh Piala Presiden maksadna... Punten.

Terlepas dari semua drama yang terjadi, ingatlah bahwa rivalitas hanya berlangsung 90 menit di lapangan. Babak perpanjangan dan adu penalti? Kumaha urang. Maafkan saya jika ada pihak yang tersentil dalam tulisan ini. CMIIW. Wassalam 😃

2/23/2017

Kiat Mengatasi Masalah Tinta Printer Canon

Printer kamu ngadat? Hasil cetakan bergaris, tak sejajar, atau salah satu warna tidak keluar? Jangan panik. Dalam postingan ini saya akan mencurhatkan pengalaman saya menangani masalah-masalah seperti yang diajukan di awal.

Sebagai orang yang menggunakan printer dalam menjalankan roda usaha sehari-hari, kerusakan pada printer tentu menjadi potensi prahara keretakan rumah tangga. Apalagi usaha yang dijalankan belum begitu besar dan baru bermodalkan satu printer.

Jika tak ada printer maka tak ada cetakan, tak ada cetakan maka tak ada penghasilan. Akibatnya warung saya liburkan beberapa hari, jika ada orderan terpaksa saya pending alias tidak bisa ditunggu seperti biasanya.

Printer yang ngadat tiba-tiba pun kadang dialami oleh mahasiswa semester akhir. Untuk menekan biaya cetak tugas-tugas, mahasiswa biasanya memaksakan diri untuk membeli printer, entah itu baru atau bekas, yang penting bisa nyetak hitam putih pun tak masalah. Nah anehnya, si printer ini terkadang ngadat di saat-saat genting, padahal sehari-hari printer tampak normal tidak pernah mengeluhkan kesakitannya.

Printer yang umumnya dibeli oleh pengusaha level pemula atau mahasiswa tingkat dewa adalah printer sejuta umat, yaitu printer merk Canon. Selain memiliki kecepatan mumpuni dalam proses mencetak, keunggulan dari printer Canon adalah harganya yang terjangkau. Tapi sebagaimana rumus dunia, harga tak bisa membohongi kualitas.

Kualitas di sini bukan dalam hasil cetakan, melainkan dari tingkat keawetan. Konon printer Canon umumnya memiliki kelemahan dari sisi cartridge. Kebanyakan ulasan yang bertaburan di dunia maya menuliskan demikian. Maka tak salah jika keluhan yang kerap muncul dari pengguna printer Canon adalah masalah tinta, seperti cetakan bergaris, warna hitam tidak keluar, salah satu warna (biru, merah, kuning) tidak keluar, atau bahkan semua warna tidak keluar.

Nah jika kamu mengalami salah satu masalah di atas, jangan panik dulu. Jika masalahnya tidak begitu kronis masih bisa kita atasi kok. Saya akan uraikan masalah satu per satu dengan solusi yang sebisanya dan seadanya :

1. Hasil cetakan bergaris atau tidak sejajar (Easy)

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membaca Bismillah (atau sesuai keyakinan). Selanjutnya lakukan Nozzle Check. Langkahnya masuk ke Control Panel > Devices and Printers > Klik kanan di icon printer yang bermasalah > Klik menu Printing Preference > Pilih tab Maintenance > Klik Nozzle Check.

Printing Preferences, nozzle check, cleaning, deep cleaning, print head alignment

Jika kamu mendapati hasil cetakan bergaris atau warna tidak merata, disinyalir printer kamu masuk angin, ini biasanya terjadi pada printer yang menggunakan sistem infus. Tanda-tanda masuk angin biasanya terdapat rongga udara di antara tinta dalam selang infus.

Pertolongan pertama untuk menangani masalah ini adalah menjalankan fungsi Cleaning. Jika sudah di-cleaning hasil cetakan masih tak memuaskan, coba tingkatkan penanganan dengan Deep Cleaning. Langkahnya sejalan denganilustrasi di atas. Jika printer kamu memang masuk angin biasanya hasil cetakan kembali normal.

Kalau hasil cetakan normal tapi tak sejajar, bisa jadi disebabkan encoder kotor akibat debu atau kecipratan tinta. Encoder adalah benda semacam pita bening (lebih mirip mika) yang membentang di belakang cartridge. Coba lap encoder secara lembut dan penuh perasaan menggunakan tisu kering.

Jika masalahnya dari encoder maka cetakan kembali normal. Bisa juga disebabkan dari settingan printer, kalau masalahnya dari settingan kamu bisa lawan dengan mengubah settingan juga menggunakan fungsi Print Head Alignment.

2. Salah satu warna tidak keluar (Medium)

Masalah ini lebih serius ketimbang masuk angin. Jika kamu mendapati salah satu tinta tidak keluar, maka masalahnya bisa masuk dalam kategori medium bisa juga masuk kategori hard. Intinya bisa jadi tinta habis, tinta mengering, tinta tersumbat, bahkan cartridge sudah rusak.

Nozzle Check

Seperti masalah nomor satu, solusi pertama yang harus dilakukan adalah Cleaning, jika masih bermasalah tingkatkan ke fungsi Deep Cleaning, jika masih keukeuh tidak mau keluar kemungkinan bermasalah pada cartridge. Jangan bawa dulu ke tukang servis! Tapi terserah deh kalau kamu berduit mah 😁

Khusus bagi kamu yang memegang prinsip hematologi, ikuti langkah penanganan berikut :

  • Lepaskan cartridge. Caranya dalam keadaan printer hidup, buka bagian atas printer hingga terlihat wujud cartridge.
  • Tunggu beberapa saat cartridge bergerak hingga berhenti di tengah. setelah posisi cartridge di tengah, dalam keadaan printer masih nyala lepaskan kabel power yang nyambung ke colokan listrik.
  • Buka penutup cartridge, jepit tinta infus, dan lepaskan cartridge dengan hati-hati. Atau langsung mencopot cartridge juga boleh, seperti dalam foto di bawah.
  • Selanjutnya lepaskan selang dari cartridge. Jangan sampai chip cartridge (kuningan berpola bulat-bulat) tergores atau terkena benda-benda kasar termasuk kulit.
  • Tempelkan atau usap bagian head cartridge (kuningan di bagian bawah cartridge) menggunakan tisu, apabila ada warna yang tidak keluar, kemungkinan terjadi penyumbatan atau tinta kering. Ini masih bisa diatasi. Namun, bila setelah diusap ternyata semua tinta masih keluar normal, justru masalahnya semakin berat dan akan saya bahas di poin selanjutnya.

Fase selanjutnya untuk mengatasi penyumbatan bisa menggunakan dua solusi. Solusi pertama yakni dengan menggunakan cairan pembersih head (entah namanya apa) untuk menghancurkan tinta-tinta yang menyumbat.

Proses Merendam Cartridge, canon ip2770, tinta kering
Proses merendam cartridge - Dok. Pribadi

Solusi kedua adalah dengan merendam cartridge dengan air panas. Jangan merendam secara keseluruhan. cukup bagian bawahnya saja, jangan sampai air mengenai chip cartridge. Saya sarankan merendamnya di piring saja dengan ketinggian air di bawah 5mm.

Cartridge, Posisi Chip dan Head
(A) Chip - (B) Head

Letakkan cartridge di piring yang terisi air panas tesebut, tunggu 5-10 menit (diperkirakan saja). Jika dirasa cukup angkat cartridge dan coba letakkan di atas tisu sampai kering, atau lap secara lembut sampai tidak ada air yang tersisa.

Tempelkan atau usapkan tisu pada head cartridge. Jika warnanya keluar lagi, ya alhamdulillah. Coba pasang selang infusan ke cartridge dan pasang cartridge ke printer seperti sedia kala. Lakukan Nozzle Check, jika solusi berjalan mulus tinta dan hasil cetakan akan kembali normal.

3. Cartridge rusak (Hard)

Jika setelah diusap warna keluar dengan normal, namun hasil cetakan ternyata berkata lain. Tampaknya kerusakan terjadi pada cartridge kamu. Jika sudah begini bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam, karena jika cartridge rusak tidak bisa diapa-apakan lagi. Dan harga cartridge baru cukup mahal, bahkan ada yang setengah harga printer baru.

Masalah inilah yang terjadi pada printer Canon Pixma IP 2770 milik saya. Kedua cartridge rusak dan harus diganti dengan yang baru. Demi usaha saya tetap berjalan terpaksa printer saya bawa ke tukang service untuk beli dua cartridge.

Cartridge Canon 811 dan 810
Cartridge Canon ori type 811 (color) dan 810 (black)

Cartridge black type 810 seharga Rp 240.000 dan cartridge color type 811 Rp 285.000, totalnya Rp 525.000. Biaya tersebut sebanding dengan harga printernya yang saya beli pada tahun 2014. Sempat terpikir untuk sekalian membeli printer baru, namun saya urungkan dengan menimbang faktor-faktor lain.

Sedikit tips dari tukang service :

  • Jangan meletakkan tabung tinta lebih tinggi dari posisi cartridge atau printer, hal ini untuk menghindari banjir pada cartridge. Jika terpaksa meletakkan tabung tinta di atas printer, misalkan ketika printer mau dipinda-pindah, jepit dulu selang infus agar tinta tidak mengalir.
  • Pada saat ngeprint, buka lubang kecil pada tabung tinta.
  • Kalau ngeprint (khususnya ngeprint skripsi atau laporan) jangan sekaligus ratusan lembar. Usahakan dicicil, misalnya setelah mencetak 40 lembar printer diistirahatkan dulu beberapa saat. Ini bertujuan agar printer tidak soak.

Begitulah curhatan saya ketika menangani masalah tinta printer Canon. Tapi karena saya bukan ahli printer, coba tanyakan lagi pada ahlinya, khawatir cara-cara saya ini termasuk penanganan sembrono 😵

Kullu nafsin dzaiqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan mati, tiap yang bermesin pasti akan rusak. Selain itu jangan gampang panik ya guys, kalau kamu gampang panik, itu tandanya kamu kurang piknik. Semoga kita dapat mengambil hikmah. CMIIW... Wassalam 😉

2/02/2017

Prosedur Pembuatan Surat Kelakuan Baik atau SKCK

Sebagai warga negara Indonesia terlebih telah menginjak usia dewasa tentu tak asing dengan istilah SKCK yang merupakan singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, sebelumnya dikenal sebagai Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Polri yang berisikan catatan kejahatan seseorang. Meskipun sudah berganti nama, sebagian besar masyarakat tetap menyebutnya Surat Kelakuan Baik.

Dulu, ketika masih bernama SKKB, surat ini hanya dapat diberikan kepada orang yang tidak/belum pernah tercatat melakukan tindakan kejahatan hingga tanggal dikeluarkannya SKKB tersebut. Masa berlaku SKKB adalah selama 6 (enam) bulan.

SKCK marak dibutuhkan oleh masyarakat ketika melamar kerja (tidak semua perusahaan mewajibkan) atau mendaftar CPNS.

Berkas-berkas yang diperlukan untuk membuat SKCK diantaranya :

- Fotocopy kartu identitas diri (KTP/SIM)
- Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
- Surat Pengantar bertandatangan/cap RT dan RW
- Uang (untuk fotocopy, akomodasi perjalanan, dan biaya pembuatan SKCK)

Berikut tahapan yang harus dilalui untuk membuat SKCK, dari tingkat RT hingga Polsek :
  1. Membuat Surat Pengantar pembuatan SKCK dari RT bertandatangan RT dan RW.
  2. Menyerahkan Surat Pengantar tersebut dilengkapi fotocopy KTP/SIM dan fotocopy Kartu Keluarga ke Kantor Desa/Kelurahan sesuai domisili untuk diganti dengan Surat Pengantar bertandatangan Kepala Desa/Lurah.
  3. Menyerahkan Surat Pengantar dari Desa/Kelurahan (Asli + Fotocopy), dilengkapi fotocopy KTP/SIM dan fotocopy Kartu Keluarga ke Kantor Kecamatan untuk ditandatangani oleh Camat.
  4. Bawa Surat Pengantar yang telah ditandatangani Camat ke Polsek (sesuai domisili) bagian pelayanan SKCK.
Prosedur Pembuatan Surat Kelakuan Baik atau SKCK, kecamatan cileunyi
Gapura Kantor Kecamatan Cileunyi - Dok. Asep Abdul Rozak

Adapun kelengkapan yang harus dibawa ke Polsek antara lain :

- Surat Pengantar yg telah ditandatangani Camat
- Fotocopy KTP/SIM
- Fotocopy Kartu Keluarga
- Pas foto berwarna ukuran 4x6 3 buah (untuk berjaga-jaga bawa lebih saja)

Semua berkas tersebut diserahkan pada petugas pelayanan SKCK untuk mendapatkan formulir pembuatan SKCK. Persyaratan biasanya diserahkan kembali untuk sementara sebagai bahan contekan mengisi formulir. Karena isian formulir tak jauh dari data dalam KTP dan KK.

Prosedur Pembuatan Surat Kelakuan Baik atau SKCK, polsek cileunyi
Papan petunjuk di Polsek Cileunyi - Dok. Asep Abdul Rozak

Oh iya, jangan lupa membawa alat tulis karena pihak kepolisian tidak menyediakan hal semacam itu. Isilah formulir dengan tepat dan cermat, jika bingung kamu bisa melihat contoh isian yang (biasanya) tersedia di sana. Jika tidak ada bisa tanyakan langsung ke petugasnya.

Prosedur Pembuatan Surat Kelakuan Baik atau SKCK, polsek cileunyi
Lokasi pengisian formulir SKCK di Polsek Cileunyi - Dok. Asep Abdul Rozak

Dalam formulir biasanya ditanyakan ciri fisik diri, hobi, nama dan usia saudara kandung dan tiri (jika ada), hingga hal-hal detil lain, termasuk apakah kamu memiliki catatan kriminal atau pernah melakukan pelanggaran etika dan norma. Pokoknya persiapkan saja informasi mengenai dirimu dan keluargamu.

Setelah selesai mengisi formulir, serahkan formulir beserta persyaratan tadi ke petugas pelayanan SKCK. Pada tahap ini biasanya petugas bertanya apakah SKCK ditujukan untuk swasta atau negeri, jika untuk ke negeri petugas akan merekomendasikan kamu untuk membuat SKCK di Polres Kabupaten/Kota.

Jika tidak ada aral melintang, selanjutnya tinggal menunggu beberapa menit sampai namamu dipanggil untuk menerima SKCK. Sebagai tahap akhir, kamu akan diminta membayar biaya pembuatan SKCK sebesar Rp 30.000 (mengalami kenaikan 200% dari sebelumnya RP 10.000 terhitung sejak 6 Januari 2017).

Prosedur Pembuatan Surat Kelakuan Baik atau SKCK, polsek cileunyi
Kenaikan biaya pembuatan SKCK mencapai 200% - Dok. Asep Abdul Rozak

Setidaknya begitulah prosedur membuat Surat Kelakuan Baik atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang saya alami dari mulai Kampung Sadang, Desa Cinunuk, Hingga Kecamatan dan Polsek Cileunyi. Semoga postingan ini menambah khazanah per-proseduran di negeri yang memang banyak prosedur ini. Wassalam 😁