6/13/2018

Panduan Ninja Saga Ninja Tutor Exam Stage 1-1 dan 1-2

Hai Ninja Saga Player, setelah char kamu mencapai level 80 maka akan dihadapkan pada Exam bertajuk Road to Ninja Tutor: Crisis of The Secret Book (ada juga yang menyebut ujian sanin). Ninja Tutor Exam ini merupakan ujian terakhir dalam daftar ujian Ninja Saga. Ujian sebelumnya yang pasti pernah dilewati oleh para peserta Ninja Tutor Exam antara lain Chunin Exam (lvl. 20), Jounin Exam (lvl. 40), dan Special Jounin Exam (lvl. 60).

Seperti dalam Special Jounin Exam, pilihlah exam dalam Hard Mode yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari, tujuannya supaya reward yang kita dapatkan lebih banyak dan bagus. Selain itu, badge yang didapat dari Hard Mode lebih keren dari yang Easy Mode.

Melalui postingan ini saya mencoba memberi sedikit panduan untuk melalui Ninja Tutor Exam, khususnya bagi para Free User yang tentunya memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek.

Kali ini yang akan dibahas adalah stage 1-1 dan 1-2, stage selanjutnya hingga stage 6 akan dibahas secara berantai di postingan-postingan berikutnya.

Stage 1-1: Attact of Nemesis

Pada stage 1-1 kamu akan memilih timbangan weapon yang lebih berat dalam 10 stage. Kamu harus memilih dengan cepat dan cermat antara timbangan kiri atau kanan karena waktu yang diberikan untuk berpikir hanyalah beberapa detik. Meskipun begitu, kamu jangan terlalu tergesa-gesa karena kesempatan untuk salah pilih hanya diberikan tiga kali saja.

Panduan Ninja Saga Ninja Tutor Exam Stage 1-1 dan 1-2
Stage 1-1

Usahakan untuk mengingat berat setiap weapon yang ada di tabel weapon, sehingga kamu langsung bisa memperkirakan timbangan weapon yang lebih berat. Jika menghitung satu per satu berat weapon dikhawatirkan membuang waktu.

Biasanya, semakin besar ukuran weapon maka beratnya pun akan besar. Dalam stage ini kejelian, kecerdikan, dan keberuntungan kita benar-benar diuji.

Jika kehabisan waktu atau nyawa, kamu bisa menambah 5 detik atau 1 nyawa, masing-masing dihargai dengan 30 Token. Hmmm... sayang juga ya. Mending ulang dari awal aja deh :D

*Tips Nakal 18+ : Untuk menyiasati jalannya waktu, kamu bisa menggunakan Cheat Engine dengan mengaktifkan Speedhack, turunkan kecepatan waktu ke angka 0.25 sehingga waktu berjalan lebih lama. Di PC saya, trik Speedhack ini hanya bisa dijalankan di browser Maxthon.

Stage 1-2: Emergency! Fire Village is Falling...

Pada stage 1-2 kamu akan melawan enam musuh. Untuk tiga musuh pertama cukup mudah karena dilawan satu per satu. Pertama melawan Crimson Armor Centipede, kedua melawan Rage Bull, dan ketiga melawan Golden Giant Crab. Tiga musuh berikutnya akan dilawan secara bersamaan, yaitu Purple Giant Bird, Shadow Cerberus, dan Animal Realm.

Panduan Ninja Saga Ninja Tutor Exam Stage 1-1 dan 1-2, crimson armor centipede, rage bull, golden giant crab
Stage 1-2

Panduan Ninja Saga Ninja Tutor Exam Stage 1-1 dan 1-2, animal realm, shadow cerberus, purple giant bird
Stage 1-2

Jumlah HP Musuh

- Crimson Armor Centipede : 42.850
- Rage Bull : 50.530
- Golden Giant Crab : 52.450
- Purple Giant Bird : 110.050
- Shadow Cerberus : 129.250
- Animal Realm : 97.410

Untuk melalui stage 1-2, usahakan membawa jutsu dan weapon yang memiliki efek burn, poison, atau semacamnya yang dapat mengurangi HP musuh secara bertahap dalam persentase. Seperti Hell Fire, Prison Coliding Wave, dsb.

Jutsu yang dapat menguras HP musuh secara langsung seperti Kinjutsu: Five Elements Consuming Seal pun sangat berguna, namun kamu harus berhati-hati karena musuh memiliki buff rebound dan recreative force yang bisa saja aktif tanpa diduga. Saya sendiri pernah langsung modar dalam serangan pertama gara-gara kasus ini saat melawan 3 musuh terakhir :D

Selain itu jutsu, weapon, dan back item yang memiliki efek heal pun sangat berguna, bukan hanya dalam stage ini melainkan dalam setiap stage yang mengharuskan kita melawan musuh.

Pet yang lumayan cocok untuk diajak dalam pertarungan adalah yang dominan memiliki skill burning, misalnya Dorimaru, Aomaru, Keiko, dsb.

Rekrutlah teman yang kira-kira dapat berbuat banyak. Sebelum merekrut, coba visit terlebih dahulu char temanmu untuk melihat profil dan jutsu yang dimilikinya.

Dalam stage ini tidak ada tips nakal, bertarunglah secara jantan (jika char berkelamin pria). Saya sarankan untuk fokus mengalahkan satu musuh terlebih dahulu. Saya lebih memilih mengalahkan Animal Realm terlebih dulu, karena dari ketiga musuh yang ada bisa dibilang dialah yang lumayan sakti :D

Sekian panduan Ninja Tutor Exam Stage 1-1 dan 1-2, untuk panduan stage 2-1 dan 2-2 bisa kamu klik link di bawah. Wassalam.

Panduan Ninja Tutor Exam Stage 2-1 dan 2-2

5/14/2018

Berwirausaha Tanpa Menyepelekan Pendidikan Formal

Semenjak mencoba berwirausaha, saya mulai mengikuti beberapa forum daring berhaluan bisnis, wirausaha, dagang, dan sejenisnya. Di sana banyak ditemui pengusaha-pengusaha muda, dari yang masih penjajakan seperti saya sampai yang sudah jadi pengusaha beneran. Bahkan tak sedikit pula yang masih dalam tahap niat.

Berwirausaha Tanpa Menyepelekan Pendidikan Formal
Potret pengusaha yang masih coba-coba :D

Mulanya saya amat antusias dengan diskusi dan konten-konten yang ada di sana, tapi lama kelamaan ada beberapa hal yang sedikit mengganggu pikiran saya. Entah ini penting atau tidak yang pasti cukup mengganjal di hati.

Salah satunya, banyak calon pengusaha yang menganggap pendidikan formal itu tidak penting. Pemikiran seperti ini muncul seiring banyaknya pengusaha-pengusaha yang bisa dibilang sukses tanpa memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, atau bahkan tak mengenyam pendidikan formal.

"Lah... Orang lain saja gak sekolah penghasilannya lebih gede dari kamu kok"
"Dia yang lulusan SD saja bisa bikin TV sendiri"
"Kuliah cuma buang-buang duit, paling abis lulus juga nganggur, mending dipake modal usaha"

Ya begitulah kira-kira temuan saya dari kulit luar pemikiran mereka. Memang pendidikan formal bukanlah jalan eksak menuju kesuksesan, setidaknya dengan pendidikan formal kita dapat belajar sesuatu yang dapat membuat kita lebih bijaksana dan beretika dalam menghadapi suatu persoalan.

Dengan demikian, sekolah tinggi bukanlah jaminan meraih kesuksesan, namun dengan menyepelekan pendidikan formal saya rasa bukanlah cara yang bijak pula untuk menyikapi kenyataan tersebut. Apakah menyepelekan pendidikan formal menjamin kesuksesan? Lagipula kesuksesan itu sendiri tak memiliki patokan pasti.

Intinya kita harus bijak dalam berpikir.

Tambahan deh, banyak juga calon pengusaha terbuai oleh slogan-slogan para penjual buku-buku bisnis.

"Berpenghasilan ratusan juta hanya dari rumah"
"Jadi milyarder hanya dengan jadi Reseller dan Dropshipper"

Kira-kira begitulah slogan di buku-buku bisnis yang saya temui. Penulis buku tak sepenuhnya salah, karena mereka berusaha membagikan kiat-kiat meraih kesuksesan berdasarkan apa yang mereka alami. Pun biasanya di bagian akhir, sang penulis tak menjanjikan jalan bisnis mereka akan work dengan jalan bisnis pembacanya.

Inilah yang harus dipahami, jangan sampai kita hanya termakan mimpi indah slogan-slogan tersebut. Baiknya kita jadikan slogan-slogan itu sebagai motivasi untuk mengikuti kesuksesan mereka. Bukan maksud menggurui, ini hanya unek-unek yang entah harus pada siapa saya curahkan. CMIIW :)

Wassalam.

4/04/2018

Wajarkah Menyunting Tulisan Lawas?

Pernahkah kamu iseng jalan-jalan di blog sendiri? Membaca tulisan-tulisan lawas yang mungkin sudah terlupakan. Saya sendiri beberapa kali melakukan hal tersebut dikala ide untuk membuat sebuah tulisan sudah mentok.

Wajarkah Menyunting Tulisan Lawas?, edit tulisan, jurnal rozak, menulis, pena, kertas putih, aku mencintaimu
Ralat - Dok. Pribadi

Hasil dari aktivitas tersebut, saya menemukan banyak ke-typo-an yang tentunya tak disengaja, atau redaksi kalimat yang membuat tulisan tidak enak dibaca, salah satunya terlalu banyak pengulangan kata.

Bahkan saya menemukan postingan yang saya sendiri berpikir "ini seperti bukan tulisan saya", sehingga mengakibatkan postingan tersebut dikembalikan ke draft untuk diperbarui dan diposting kembali tanpa mengubah tanggal dan esensi.

Namun, jika ada postingan yang isinya sudah tidak relevan dengan perkembangan dunia masa kini, terpaksa saya kembalikan ke draft sampai waktu yang tak ditentukan.

Timbul pertanyaan.

Apakah kelakuan saya itu wajar? Apakah menyunting tulisan lawas supaya enak dibaca itu dapat dibenarkan? Atau seharusnya dibiarkan saja apa adanya sebagai bukti cintaku sejarah bahwa saya pernah melalui fase dimana tulisan-tulisannya tidak enak dibaca?

Adakah yang seperti saya?

3/21/2018

Koswara dan Kesabaran Tiada Batas

Hujan gé aya raat na
Sabar gé aya wates na

Begitulah ungkapan yang beredar di kalangan Urang Sunda yang memiliki arti hujan pun ada redanya, sabar pun ada batasnya.

Tapi ungkapan tersebut agaknya tak berlaku bagi Kang Koswara, mantan tukang ojeg yang kini menjadi pemilik warung nasi di bilangan Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki warung nasi, sosok yang akrab disapa Kang Kos ini pun mempunyai usaha Cilok dan Limun yang dijajakan oleh dua pemuda nganggur yang tinggal di dekat rumahnya.

Meskipun keuntungan yang ia dapat tak begitu besar, namun ia tetap mempertahankan usahanya itu untuk membiayai istri dan kedua anaknya. Sering ia dimarahi sang istri karena penghasilan dari warung nasi hanya sedikit. Apalagi kalau usaha Cilok dan Limun ikut sepi, istrinya bisa sampai ngamuk-ngamuk.

Selain pemarah istrinya juga pencemburu, baik terhadap wanita yang mendekati Koswara juga terhadap kekayaan tetangga, istilahna mah "panasan". Kedua sifat istrinya itulah yang sering membuat Koswara jengkel, namun tetap ia hadapi dengan kepala dingin dan lapang dada.

Sebelum bergelut di dunia kuliner, dulunya Koswara adalah tukang ojeg pangkalan dengan menggunakan motor sewaan. Penghasilannya kala itu jelas tak mencukupi kebutuhan keluarga, karena penghasilannya setiap hari harus dipotong biaya sewa motor.

Koswara memang terkenal sebagai seorang yang ramah dan cenderung kompromis dalam menyikapi suatu masalah. Tetapi ada satu hal yang membuatnya bisa bersikap tegas setegas-tegasnya, yakni menolak permintaan istrinya yang ngotot ingin menjadi TKI di luar negeri.

Koswara memang memiliki pemikiran yang terbalik dari mayoritas kawan-kawannya yang "tega" memberangkatkan istri mereka ke luar negeri, sedangkan mereka bertugas mengurus anak dan rumah sembari menunggu transferan tiap bulan. Ia berprinsip bahwa tulang punggung keluarga adalah pria.

Karena sikapnya itu membuat cemooh akrab dengan diri Koswara, namun ia tetap bergeming dan seakan memiliki kesabaran tiada batas dalam menjalani hidup yang ia anggap benar.

Kesabarannya itu sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Mulai dari mampu memperbesar kios warung nasi miliknya, hingga mampu membayar orang untuk bantu-bantu di rumah. Selain juga kulkas dan barang-barang elektronik "seperti tetangga" tuntutan istrinya satu per satu mulai terpenuhi. Hanya saja hingga kini ia belum memiliki sepeda motor, entah tidak cukup uang atau memang merasa tidak terlalu butuh.

Potret kehidupan yang sederhana, tidak banyak harta tapi berguna bagi orang di sekitarnya.

Sungguh sosok yang bisa menjadi opsi panutan di tengah banyaknya sosok berpengaruh di dunia ini. Hanya saja sosok Kang Koswara hanyalah tokoh fiktif dalam drama komedi Dunia Terbalik yang saban malam menjadi tontonan wajib Emak saya.

Adakah sosok Koswara di dunia nyata?

Koswara dan Kesabaran Tiada Batas, warung nasi koswara, cilok barokah, ceu engkom, dunia terbalik
Koswara dan Engkom - Dok. Tabloid Genie (telah disunting)

3/13/2018

Orang Gila Zaman Now

Di depan kantor tempat saya kerja dua tahun lalu, ada orang gila yang saban pagi harus saya bangunkan dari tidurnya. Bukan niat saya mengganggu, melainkan karena posisi tempatnya tidur menghalangi pintu masuk kantor.

Kantor tempat saya kerja tersebut berbentuk ruko empat lantai yang terletak di sekitaran Flyover Kiaracondong, Bandung. Saya dipercaya sebagai salah satu dari tiga pemegang kunci kantor. Kepercayaan tersebut tak lain karena saya sering datang awal dibanding karyawan lain.

Orang Gila Zaman Now, orang gila jadi-jadian, kircon, kiaracondong, flyover, bandung, pt kresna reksa finance
Suasana sekitar kantor tempat saya kerja dua tahun lalu - Dok. Street View (sudah diedit)

Selasar kantor saya mungkin sudah dianggap rumah oleh orang gila yang tak diketahui namanya itu meski tiap hari kerja selalu bertemu. Biasanya, setelah saya bangunkan ia langsung pergi entah kemana, namun kadang juga ia hanya bergeser ke sudut tembok untuk selanjutnya termenung sebelum pergi seperti biasa.

Siang hari biasanya ia kembali ke depan kantor bersiap melakukan pekerjaan rutinnya yakni mondar-mandir nyebrang jalan raya. Entah apa tujuannya yang jelas pekerjaannya itu lumayan berbahaya, apalagi lalu lintas kendaraan di sekitar kantor saya cukup cepat dan kadang kala amburadul sehingga sering terjadi kecelakaan.

Siang menjelang sore lazimnya ia kembali menghilang dari pandangan, sebelum sorenya ia kembali duduk di selasar kantor sambil ngoceh. Dari gerak tubuh dan intonasi ocehannya, sepertinya ia sedang berdagang. Itu hanya dugaan saja, karena bahasa yang ia gunakan sungguh sangat asing di telinga.

Jam lima sore waktunya kantor tutup. Ia masih saja asik dengan ocehannya. Saya tidak berani berbincang-bincang dengannya, selain karena takut akan sosoknya yang mirip Limbad versi cadu mandi, juga karena kebiasaannya yang selalu minta rokok atau uang untuk beli rokok pada siapa saja yang mengajaknya bicara. Bukannya saya pelit, tapi saya tak ingin bernasib seperti Pak Manajer Area. Suatu hari ia pernah memberi orang gila itu rokok, dan besoknya ia kembali dimintai rokok oleh orang gila tersebut, dan besok-besok selanjutnya kejadian itu terus berulang.

Ya, rokok selalu bisa menembus batas-batas ketidakmungkinan, ia menyusup pada sendi-sendi kehidupan semua kalangan. Baik tua atau pun muda, dari orang waras hingga orang gila, bahkan populer juga di kalangan makhluk astral.

Setelah kantor tutup dan malam tiba, entah apa yang dilakukan orang gila itu selanjutnya. Apakah masih dengan ocehannya? Atau kembali berkeliaran seperti di siang hari? Entahlah yang jelas besok pagi saya harus membangunkannya lagi, kecuali kalau besok hari libur kerja.

Begitulah laporan pandangan mata saya mengenai keseharian orang gila yang mangkal di depan kantor tempat saya bekerja dua tahun lalu.

Beberapa minggu lalu di depan gang menuju rumah saya, ada orang tak dikenal yang tiduran di jalan. Dari tingkahnya saya rasa ia kurang waras alias gila.

Beberapa jam kemudian saya menemukannya masih dalam posisi tiduran di depan warung dekat gang Masjid. Sorenya saya temukan ia sedang duduk santai di bangku tukang surabi yang letaknya juga tak jauh dari gang Masjid.

Esoknya ia ditangkap Polisi. Owh sekarang mah orang gila diurus Polisi juga ya?

3/05/2018

Cara Beli Pulsa di Tokopedia

Karena kebutuhan akan pulsa kala itu sangat mendesak sedangkan keadaan di luar lagi hujan badag, membuat saya memutuskan untuk membeli pulsa via Tokopedia. Karena baru pertama kali awalnya saya ragu takutnya tipu-tipu, tapi masa sih sekelas Tokopedia nipu?

Akhirnya membeli pulsa via Tokopedia pun saya lakukan. Saya pastikan bahwa transaksi ini free ongkir ya XD

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca
Tokopedia Pulsa - Dok. Tokopedia

Jika mengakses lewat ponsel, pertama buka aplikasi Tokopedia, lalu klik tab Beranda. Scroll ke bawah sampai ada form pembelian Pulsa, Listrik, Paket Data, PDAM, dan lain-lain. (Untuk melihat semua produk layanan, tinggal klik tautan Lihat Semua Produk >)

Masukkan nomor ponsel pada form yang tersedia, setelah terisi nomor nanti sistem akan mendeteksi secara otomatis provider apa yang digunakan. Selanjutnya pilih nominal pulsa yang akan dibeli. Klik BELI jika nomor yang dimasukkan sudah yakin benar.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Kalau saya waktu itu beli pulsa 50.000 yang ternyata harganya Rp 49.300, lebih murah dari harga konter yang lumrahnya Rp 51.000.

Selanjutnya akan tampil detail pesanan berisi provider, nomor ponsel, besaran pulsa yang dibeli, dan nominal yang harus dibayar. Klik LANJUT apabila data sudah benar.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

(ceklis gunakan kode promo tokopedia, jika punya)

Setelah itu kita akan memilih Metode Pembayaran. Karena keadaan mendesak saya memilih bayar via KlikBCA, dalam keadaan santai pun tetap pakai cara ini sih karena mudah dan cepat... hehe

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Setelah memilih Metode Pembayaran, selanjutnya klik BAYAR.

Karena Metode Pembayaran di Tokopedia ada beberapa pilihan, mungkin langkah selanjutnya akan berbeda-beda. Tapi biasanya Tokopedia pun akan memberi tutorial pembayaran sesuai metode pembayaran yang dipilih.

Dalam postingan ini saya akan memaparkan langkah-langkah membayar via KlikBCA sampai pulsa masuk ke ponsel.

Pertama, buka aplikasi KlikBCA. Masukkan USER ID dan PIN KlikBCA.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Setelah berhasil masuk, klik menu Pembayaran e-Commerce.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Pilih kategori Market Place, dan nama perusahaannya TOKOPEDIA. Klik Lanjutkan.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Selanjutnya akan tampil detail tagihan, ceklis tagihan yang dipilih. Lalu klik Lanjutkan.

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Pada tahap selanjutnya kamu membutuhkan KeyBCA. Pengguna KlikBCA pasti punya benda kecil mirip remote berwarna biru ini.

Nyalakan KeyBCA > Masukkan PIN > Klik 1. Nanti KeyBCA akan merespon dengan menampilkan rangkaian nomor. Masukkan nomor tersebut ke form RESPON KEYBCA APPLI 1 :

Cara Beli Pulsa di Tokopedia, pulsa online, klikbca

Klik Kirim. Jika nomor respon KeyBCA yang dimasukkan benar, maka transaksi pun selesai ditandai dengan munculnya nomor referensi transaksi. Biasanya Tokopedia mengonfirmasi pembayaran secara otomatis dan pulsa pun langsung masuk ke ponsel.

Begitulah kira-kira pengalaman pertama kali saya beli pulsa di Tokopedia. Semoga membantu ya... Wassalam :D

2/28/2018

Sudah Dapat Apa dari Ngeblog?

Sudah dapat apa dari ngeblog? Sering kali pertanyaan itu terlontar dari teman bahkan dari diri saya sendiri. Tentu jawabannya tidak akan segarang,

"Jangan tanyakan apa yang Negara berikan padamu, tapi apa yang telah kau berikan pada Negara"

Sejak SMA hingga berusia yang harusnya sudah punya bini saya masih merawat blog butut ini. Bahkan sampai bela-belain beli domain yang harus dibayar saban tahun. Sebenarnya apa yang saya kejar? Apa yang diharapkan?

Sudah Dapat Apa Dari Ngeblog?, ngojay, jurnal rozak, asep abdul rozak, aiderazak, blogosphere

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas sangat simple. Secara keseluruhan, dari ngeblog saya tidak memiliki prestasi yang wah, tidak mendapatkan profit melimpah.

Hanya saja saya pernah mendapat reward dari give away buku dua kali, dari pemasangan iklan berdurasi sekali, dan dari hasil paid review Traveloka sekali. Jika dibandingkan dengan blogger lain tidak ada apa-apanya kan? Bahkan blog saya berkali-kali ditolak Google Adsense XD

Tak mengapa, ini soal passion. Sejatinya tidak ada yang saya kejar dan harapan lebih dari blog ini. Bisa menuangkan karya, ide, informasi, dan kegabutan di blog ini pun sudah Alhamdulillah. Sukur-sukur ada yang baca dan rela nulis komentar :D

Pun kalau ada keuntungan baik bersifat materi atau non-materi dari ngeblog itu saya anggap bonus. Karena dari awal ngeblog niatnya hanya aktualisasi diri, selain juga dijadikan alat untuk melipat jarak penyambung tali silaturahmi dengan orang-orang yang mungkin berada nan jauh di mato.

Postingan semacam ini tentu banyak bertebaran di jagad perbloggeran yang jumlah penghuninya mungkin hampir menyamai jumlah penduduk bumi. Tapi postingan ini bukan niru-niru ya, ini murni unek-unek pribadi :D

Sepertinya cukup sekian. Wassalam.