12/19/2015

Monolog di Malam Minggu

Selamat bermalam minggu bagi yang merayakan. Saya tak bermaksud menyindir satu kaum di antara kalian. Karena siapa pun berhak merayakan malam minggu, baik sendiri, bersama keluarga, maupun bareng teman.

Jika dicermati lebih dalam, tak ada yang istimewa dari malam minggu aka sabtu malam. Ia sebagaimana senin malam, selasa malam, rabu malam, yang penuh dengan kenangan silam. Hiks.

Kepadamu para fakir asmara, janganlah iri pada mereka si pecandu asmara. Sesungguhnya, kalian itu lebih mulia, sehingga dijauhkan oleh Tuhan dari pemicu dosa.

Banyak orang bilang menjalani malam minggu sendiri itu membosankan, kesepian, bahkan menyedihkan. Eits! Kalem heula. Menjalani malam minggu sendiri, tak sesuram apa yang mereka percayai. Bahkan mungkin saja lebih menyenangkan hati, keimbang bertamu ke rumah calon yang belum pasti.

Tapi, apa artinya bermalam minggu sendiri jika diisi dengan hal-hal yang kurang terpuji. Alangkah baiknya jika malam minggu diisi dengan kegiatan positif seperti mengaji, baca buku yang berisi, atau berdiskusi sambil nyuruput segelas kopi.

Maka renungkanlah. Wassalam.

8 komentar

Saya mau komen di postingan lain, tapi ternyata tulisan ini lebih mengharukan dari tulisan manapun :((

Makasih atas kunjungan dan komentar yg sangat inspiratif, itu sangat membantu. InsyaAllah komentar anda tidak akan tercatat dalam guinnes world record :D

BTW. Kenapa ga komen di postingan yg lain juga? haha

Dibikin hepi aja mas, kan kalau dibikin pusing malah tambah beban hehe

Iya mas, hidup udah pusing jangan dibikin pusing harusnya ya :D

Kayanya saya kurang piknik ini... haha

Ini saya komen biar blognya rame hihihi

Makasih ya mbak udah ramein blog saya... Kok jadi terharu gini ya :(

Intinya, menikmati malam minggu banyak bentuknya. Kotak, bulat, limas dan sebagainya.

Itu komiknya lucu asli..

Terima kasih telah menanggapi tulisan ini.
Semoga tanggapanmu dapat menjadi perantara untuk menjalin tali silaturahmi.