Orang Gila Zaman Now

Di depan kantor tempat saya kerja dua tahun lalu, ada orang gila yang saban pagi harus saya bangunkan dari tidurnya. Bukan niat saya mengganggu, melainkan karena posisi tempatnya tidur menghalangi pintu masuk kantor.

Kantor tempat saya kerja tersebut berbentuk ruko empat lantai yang terletak di sekitaran Flyover Kiaracondong, Bandung. Saya dipercaya sebagai salah satu dari tiga pemegang kunci kantor. Kepercayaan tersebut tak lain karena saya sering datang awal dibanding karyawan lain.

Orang Gila Zaman Now, orang gila jadi-jadian, kircon, kiaracondong, flyover, bandung, pt kresna reksa finance
Suasana sekitar kantor tempat saya kerja dua tahun lalu - Dok. Street View (sudah diedit)

Selasar kantor saya mungkin sudah dianggap rumah oleh orang gila yang tak diketahui namanya itu meski tiap hari kerja selalu bertemu. Biasanya, setelah saya bangunkan ia langsung pergi entah kemana, namun kadang juga ia hanya bergeser ke sudut tembok untuk selanjutnya termenung sebelum pergi seperti biasa.

Siang hari biasanya ia kembali ke depan kantor bersiap melakukan pekerjaan rutinnya yakni mondar-mandir nyebrang jalan raya. Entah apa tujuannya yang jelas pekerjaannya itu lumayan berbahaya, apalagi lalu lintas kendaraan di sekitar kantor saya cukup cepat dan kadang kala amburadul sehingga sering terjadi kecelakaan.

Siang menjelang sore lazimnya ia kembali menghilang dari pandangan, sebelum sorenya ia kembali duduk di selasar kantor sambil ngoceh. Dari gerak tubuh dan intonasi ocehannya, sepertinya ia sedang berdagang. Itu hanya dugaan saja, karena bahasa yang ia gunakan sungguh sangat asing di telinga.

Jam lima sore waktunya kantor tutup. Ia masih saja asik dengan ocehannya. Saya tidak berani berbincang-bincang dengannya, selain karena takut akan sosoknya yang mirip Limbad versi cadu mandi, juga karena kebiasaannya yang selalu minta rokok atau uang untuk beli rokok pada siapa saja yang mengajaknya bicara. Bukannya saya pelit, tapi saya tak ingin bernasib seperti Pak Manajer Area. Suatu hari ia pernah memberi orang gila itu rokok, dan besoknya ia kembali dimintai rokok oleh orang gila tersebut, dan besok-besok selanjutnya kejadian itu terus berulang.

Ya, rokok selalu bisa menembus batas-batas ketidakmungkinan, ia menyusup pada sendi-sendi kehidupan semua kalangan. Baik tua atau pun muda, dari orang waras hingga orang gila, bahkan populer juga di kalangan makhluk astral.

Setelah kantor tutup dan malam tiba, entah apa yang dilakukan orang gila itu selanjutnya. Apakah masih dengan ocehannya? Atau kembali berkeliaran seperti di siang hari? Entahlah yang jelas besok pagi saya harus membangunkannya lagi, kecuali kalau besok hari libur kerja.

Begitulah laporan pandangan mata saya mengenai keseharian orang gila yang mangkal di depan kantor tempat saya bekerja dua tahun lalu.

Beberapa minggu lalu di depan gang menuju rumah saya, ada orang tak dikenal yang tiduran di jalan. Dari tingkahnya saya rasa ia kurang waras alias gila.

Beberapa jam kemudian saya menemukannya masih dalam posisi tiduran di depan warung dekat gang Masjid. Sorenya saya temukan ia sedang duduk santai di bangku tukang surabi yang letaknya juga tak jauh dari gang Masjid.

Esoknya ia ditangkap Polisi. Owh sekarang mah orang gila diurus Polisi juga ya?

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Tawarin japri souvenir siapa tahu mau beli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya waktu itu japri belum lahir

      Hapus
  2. keren sih kak, pengalaman ada orang gila aja bisa jadi ide buat tulisan, mantappp!!

    BalasHapus

Terima kasih telah menanggapi tulisan ini.
Semoga tanggapanmu dapat menjadi perantara untuk menjalin tali silaturahmi.
InsyaAllah saya akan balik berkunjung ke blog kamu (jika ada).