Pengguna Obat Kumur Amatir

Tiga hari yang lalu, saya membeli Mouthwash atau awam lebih mengenalnya sebagai obat kumur. Alasan pembeliannya karena untuk saat ini di rumah saya tidak memungkinkan untuk nyikat gigi, sebab air sumur sedang terkontaminasi bangkai curut.

Siapa tahu kan, obat kumur bisa jadi pengganti nyikat gigi. Soalnya dulu waktu nginap di Baduy selama beberapa hari dalam rangka study tour, saya lupa membawa seperangkat alat nyikat gigi, untung ada teman bawa obat kumur merk Misterbin warna biru, sekilas mirip spirtus. Pikiran saya menerka mungkin rasa mint atau bubble gum. Tapi sesaat setelah berkumur, mulut saya serasa terbakar, ternyata rasanya panas... Huek...

Berangkat dari pengalaman tersebut, maka kali ini saya beli yang merk Pepsodech warna merah muda, yang mana di sana tertulis memiliki spesialisasi pada gigi sensitif, dan yang terpenting adalah no alcohol. Hhmmm... Hhmmm...

Pengguna Obat Kumur Amatir, mouthwash, pepsodent, obat kumur

Sebenarnya saya tidak tahu pasti bagaimana cara pakainya yang shahih, baru setelah menyidik-nyidik kemasan botolnya, ternyata instruksi pemakaian ada di bagian belakang dengan menggunakan font PT Sans ukuran 5-8 pt.

Di sana dijelaskan bahwa takarannya adalah 20ml, dengan tutup botol kemasan sebagai gelas takar (sudah dilengkapi ukuran takar). Digunakan 2 x sehari setelah menyikat gigi. Jadi terjawab sudah, obat kumur bukan pengganti nyikat gigi. Lalu durasi berkumurnya kira-kira 30 detik, tapi setelah mencoba saya hanya mampu berkumur sekira 10 detik karena ternyata rasanya sama saja, panas.

Terhitung sudah tiga hari saya berstatus sebagai pengguna obat kumur, tidak ada perubahan signifikan pada gigi saya, masih tetap dipenuhi lubang dan karang gigi, hanya saja mulut saya sedikit lebih segar, dan taraf hidup saya terasa lebih mevvah.

Posting Komentar

0 Komentar