10/06/2018

Pengguna Obat Kumur Amatir

Tiga hari yang lalu saya membeli Mouthwash alias obat kumur. Alasannya karena di rumah tidak memungkinkan untuk nyikat gigi sebab air sumur kemasukan curut. Bau bangke deh.

Siapa tau aja kan obat kumur bisa jadi pengganti nyikat gigi, soalnya dulu waktu study tour ke Baduy beberapa hari, saya lupa bawa seperangkat alat nyikat gigi, untung ada teman bawa obat kumur merk Misterbin warna biru, sekilas mirip spirtus. Tapi ternyata rasanya panas. Huek...

Maka dari itu kali ini saya beli yang merk Pepsodech warna merah muda, yang mana di sana tertulis memiliki spesialisasi pada gigi sensitif, dan yang terpenting adalah no alcohol. Hhmmm... Hhmmm...

Pengguna Obat Kumur Amatir, mouthwash, pepsodent, obat kumur

Awalnya saya tidak tahu bagaimana cara pakainya, setelah menyidik-nyidik kemasan botolnya, ternyata instruksi pemakaian ada di bagian belakang dengan menggunakan font PT Sans ukuran 5-8 pt.

Di sana dijelaskan bahwa takarannya adalah 20ml, dengan tutup botol kemasan sebagai gelas takar (sudah dilengkapi ukuran takar). Digunakan 2 x sehari setelah menyikat gigi, jadi obat kumur bukan pengganti nyikat gigi ya. Lalu durasi berkumurnya kira-kira 30 detik, tapi setelah mencoba saya hanya mampu berkumur sekira 10 detik karena ternyata rasanya sama saja, panas.

Terhitung sudah tiga hari saya berstatus sebagai pengguna obat kumur, tidak ada perubahan signifikan pada gigi saya, masih tetap dipenuhi lubang dan karang gigi, hanya saja mulut saya sedikit lebih segar, dan taraf hidup saya terasa lebih mevvah.

Terima kasih telah menanggapi tulisan ini.
Semoga tanggapanmu dapat menjadi perantara untuk menjalin tali silaturahmi.